POJOKSATU.id, JAKARTA—Dua korban ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara masih dirawat di ICU dan HCU RS Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih hingga hari ketiga usai kejadian, Senin (10/11).
Kedua korban yang merupakan siswa SMAN 72 Jakarta ini mengalami luka bakar serius di wajah dan patah rahang atas. Kondisi keduanya secara umum mulai membaik.
RSIJ Cempaka Putih masih merawat 13 pasien hingga Senin siang. Dimana 11 orang dirawat inap biasa, satu orang dirawat di intensive care unit (ICU), dan satu lagi di high care unit (HCU).
Baca Juga: Pelaku Bom SMAN 72 Dipindah ke RS Polri, Pemeriksaan Awal Disebut Ada Ketidaksukaan ke Teman Sekolah
Kedua pasien tersebut diketahui mengalami luka bakar di area wajah serta patah pada bagian rahang atas, sehingga membutuhkan proses penyembuhan yang lebih lama.
“Ada luka bakar cukup serius di area muka dan patah pada rahang atas, jadi belum memungkinkan bagi mereka untuk segera pulang. Saat ini, fokus kami memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” ujar Dirut RSIJ Cempaka Putih, dr Jack Pradono Handojo, Senin (10/11).
"Posisi tadi pagi sudah mulai membuka mata yang di ICU dan sudah bisa mulai menggerakkan tangan dan kakinya sesuai dengan perintah,” ujarnya lagi.
Sementara untuk 11 pasien yang berada di rawat inap biasa kondisinya sudah mulai membaik.
Baca Juga: Jenguk Korban Ledakan di SMAN 72, Mendikdasmen Berikan Dukungan Psikososial Untuk Korban Terdampak
“Kondisi pasien secara umum berangsur membaik, Alhamdulillah. Namun beberapa mengalami trauma cukup serius di daerah pendengaran, bahkan ada yang gendang telinganya robek total,” ujar Pradono.
Pradono menjelaskan, sebagian besar korban yang masih dirawat mengalami trauma pendengaran akibat gelombang kejut ledakan.
Beberapa di antaranya bahkan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian telinga, seperti robek atau bolongnya gendang telinga. Kondisi ini masih dalam pengawasan ketat tim dokter spesialis THT.
Selain luka pada pendengaran, beberapa korban juga mengalami luka bakar ringan hingga sedang, memar di beberapa bagian tubuh, serta trauma psikologis akibat insiden yang terjadi secara tiba-tiba di lingkungan sekolah.
RSIJ Cempaka Putih juga menggandeng tim psikolog dari kepolisian dan Kementerian Sosial guna memberikan pendampingan bagi korban dan orang tua mereka.
High Care Unit (HCU) adalah unit perawatan intensif di rumah sakit untuk pasien yang kondisinya stabil namun masih memerlukan pemantauan ketat dan perawatan intensif.
HCU menyediakan pengawasan medis berkelanjutan untuk memantau fungsi vital pasien secara teratur dan memastikan kondisi mereka stabil, namun dapat segera dipindahkan ke ICU jika ada perubahan yang mengancam jiwa.***




