POJOKSATU.ID - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali.

Memastikan bahwa Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya berhasil ditemukan.

Dalam keadaan selamat dan sudah bisa dihubungi setelah sebelumnya dikabarkan hilang pascabencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatra.

Baca Juga: Setelah Bisnis Tambang, Bahlil Kini Bicara Soal Banjir dan Longsor, Baru Terasa Dampaknya Sekarang?

Bencana tersebut menghantam sejumlah daerah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh, memicu longsor dan memutus akses jalan serta jaringan komunikasi.

Safrizal menjelaskan bahwa Akhmad Syukri telah kembali berada di Sibolga setelah melalui perjalanan yang sangat berat.

Ia terjebak longsor ketika sedang menuju wilayahnya dan tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan.

Baca Juga: Prihatin Lihat Siswa Menyebrang Sungai, Prabowo Perintahkan Bangun 300 Ribu Jembatan

Kondisi jalan yang tertutup material longsor memaksanya berjalan kaki selama dua hari penuh demi mencapai Sibolga.

“Wali Kota Sibolga sudah di Sibolga,” ujar Safrizal. dikutip pojoksatu.id dari (Instagram beritakotamedan)

Ia menuturkan bahwa medan yang dilalui sangat sulit, sehingga proses perjalanan memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan normal.

Selain kondisi jalan yang tertutup, kesulitan komunikasi menjadi alasan utama mengapa keberadaan Akhmad Syukri sempat tidak diketahui.

Baca Juga: Prabowo Meledak! Anak Jenderal Kok Kurang Ajar! Guru Diminta Jangan Takut

Sinyal telepon terputus total di kawasan yang terdampak bencana, sehingga komunikasi antara tim di lapangan dan pihak Kemendagri di Jakarta nyaris mustahil dilakukan.

“Memang sinyal HP terputus dan komunikasi terganggu,” kata Safrizal. Kondisi ini membuat informasi yang masuk lambat dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai pihak.

Kabar hilangnya Akhmad Syukri pertama kali disampaikan oleh Ketua DPP NasDem Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Baca Juga: Dulu Pengusaha Tambang, Kini Menyuruh Tambang Tertib, Karma Manis Bahlil Menyesal Merusak Alam!

Sebelum menghilang dari komunikasi, Akhmad sempat mengirim pesan kepada Bakhtiar mengenai kondisi jalan menuju Sibolga yang tertutup total akibat banjir dan longsor.

Ia menyebut bahwa dirinya sedang berada di Sitahuis, Tapanuli Tengah, dan mengalami kesulitan mendapatkan sinyal.

Setelah pesan itu terkirim, ia tidak lagi bisa dihubungi, membuat informasi mengenai keadaannya simpang siur.

Aparat pemerintah daerah, tim Kemendagri, dan berbagai pihak lain terus berusaha mencari tahu kondisi Wali Kota.

Baca Juga: ANTAM Borong Penghargaan Ekomi Sirkular di ICEA 2025

Namun medan bencana dan hambatan komunikasi membuat pencarian berjalan penuh ketidakpastian.

Baru setelah dua hari perjalanan darat dan upaya menembus longsoran, Akhmad Syukri berhasil kembali muncul dan memastikan dirinya dalam kondisi baik.

Kepulangannya langsung meredakan kekhawatiran warga, aparatur pemerintahan, maupun rekan-rekan sesama pejabat daerah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam di Sumatra kali ini bukan hanya soal banjir dan longsor, tetapi juga tentang betapa rentannya jalur komunikasi dan akses darat di wilayah terdampak.

Baca Juga: ANTAM Sabet Gelar Layanan Terbaik 2025 untuk Segmen Logam Mulia

Hilangnya kontak seorang kepala daerah menunjukkan bahwa sistem mitigasi dan tata kelola kebencanaan masih perlu diperkuat, terutama dalam situasi ekstrem di mana akses fisik dan digital terputus.

Kini, fokus pemerintah daerah bergeser pada pemulihan, membantu warga yang terdampak, dan memastikan jalur penghubung antardaerah kembali pulih agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal.

Sementara itu, keberhasilan menemukan Wali Kota Sibolga menjadi kabar baik di tengah masa-masa sulit yang dialami ribuan warga akibat bencana ini.***