POJOKSATU.id - Pencarian besar-besaran jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali memunculkan fakta baru.

Setelah berhasil mengevakuasi korban pertama dari jurang sedalam 200 meter, tim SAR gabungan hari ini menemukan korban kedua pada Senin, 19 Januari 2026 pukul 14.10 WITA.

Kabar penemuan itu disampaikan langsung oleh Syafii, perwakilan Basarnas Makassar, dalam konferensi pers di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Baca Juga: CPNS 2026 Lebih Strategis dari Sekadar Pintar Soal, Ini Pola Pikir yang Harus Diubah

“Dari hasil komunikasi kami yang terhubung langsung dengan tim di lapangan, hari ini kembali ditemukan satu korban. Kira-kira 15 menit yang lalu,”

ujarnya dikutip pojoksatu.id dari tribunnews 19/1/2026

Berbeda dari korban pertama yang ditemukan di kedalaman 200 meter, korban kedua berada di lokasi jauh lebih ekstrem, yaitu sekitar 500 meter di bawah tebing curam.

Proses evakuasi dilakukan dengan tali dan angkur khusus karena medan yang dinilai sangat berbahaya bahkan untuk tim profesional.

Baca Juga: Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA

Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.

“Yang sudah kita temukan sudah dalam kondisi meninggal,” lanjut Syafii dikutip pojoksatu.id dari idntimes 19/1/2026.

Hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan, namun yang pasti korban berjanis kelamin perempuan.

Baca Juga: CPNS 2026 Lebih Strategis dari Sekadar Pintar Soal, Ini Pola Pikir yang Harus Diubah

Tim SAR menegaskan bahwa proses identifikasi bukan menjadi kewenangan mereka sehingga akan diserahkan ke pihak yang berwenang setelah evakuasi selesai.

Operasi pencarian masih terus berlangsung. Medan yang terjal, kabut tebal, serta angin kencang membuat setiap langkah penyelamatan penuh risiko.

Namun tim gabungan memastikan upaya pencarian tidak akan dihentikan hingga seluruh penumpang dan kru pesawat ditemukan.***