POJOKSATU.id – Temuan sebuah kotak oranye di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 sempat membuat publik geger.

Banyak yang menduga kotak itu adalah black box, perangkat paling dicari dalam setiap kecelakaan pesawat.

Namun setelah diperiksa lebih dalam, benda tersebut ternyata bukan flight recorder seperti yang diharapkan tim investigasi.

Baca Juga: Validasi Info GTK 2026 Dimulai, Ini 11 Syarat Wajib Agar TPG Cair

Kotak yang sempat viral itu ternyata ELT atau Emergency Locator Transmitter, alat pemancar sinyal darurat yang berfungsi membantu tim pencari menentukan lokasi pesawat saat terjadi kecelakaan.

Dalam kondisi normal, ELT akan memancarkan sinyal otomatis ketika terjadi benturan keras.

Namun dugaan sementara, perangkat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya akibat kerusakan saat pesawat menghantam lereng Gunung Bulusaraung.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru ASN, THR dan TPG 100 Persen Siap Cair Sesuai PP 11 Tahun 2025, Ini Penjelasannya

Yang membuat isu ini semakin ramai adalah adanya kesimpangsiuran informasi di lapangan.

Komandan Korem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, sempat menyampaikan kepada awak media bahwa temuan tersebut adalah black box.

Namun setelah pemeriksaan lanjutan, ia meralat pernyataan tersebut.

Baca Juga: Pejuang CPNS 2026 Wajib Tahu, Ini Struktur Soal SKD dan Cara Lolos Passing Grade

“Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com 18/1/2026.”

"Jadi apa yang dikonfirmasikan oleh saya harus diralat. Setelah dicek kembali, itu bukan black box, hanya warnanya sama,” tutur Rumbayan.

“[Itu] ELT, pendeteksi radar. Berdasarkan penelitian lebih mendalam, itu bukan black box," kata dia.

Ralat ini sekaligus menegaskan bahwa black box ATR 42-500 masih belum ditemukan.

Tim SAR dan KNKT masih melanjutkan pencarian di medan terjal.

Baca Juga: Validasi Info GTK 2026 Dimulai, Ini 11 Syarat Wajib Agar TPG Cair

Dengan harapan dua perangkat penting cockpit voice recorder dan flight data recorder segera ditemukan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat.

Sementara itu, upaya evakuasi dan pengumpulan puing pesawat terus dilakukan.

Publik kini menunggu perkembangan terbaru terutama mengenai keberadaan black box yang menjadi kunci rekonstruksi detik-detik terakhir penerbangan naas tersebut.***