POJOKSATU.ID - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Akhirnya angkat bicara terkait mencuatnya kabar pencopotan Charles Holland Taylor.

Dari posisi Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Isu ini kian memanas setelah muncul desakan dari Rapat Harian Syuriyah PBNU yang meminta agar Gus Yahya mundur dari kursi ketua umum.

Baca Juga: Apa Penyebab TPG Triwulan 4 Bagi Guru ASN Hanya Cair 2 Bulan Saja? Simak Infonya!

Gus Ipul menegaskan bahwa penjelasan detail mengenai pencopotan Holland Taylor akan disampaikan langsung oleh jajaran Syuriyah PBNU yang punya kewenangan penuh.

“Coba nanti yang akan memberikan penjelasan lebih detail adalah jajaran syuriyah,” ujar Gus Ipul, Senin 24 November 2025.

Ia meminta masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk tidak berspekulasi dan tetap menunggu keputusan resmi.

“Jangan terbawa oleh informasi-informasi yang mungkin tidak sesuai dasar-dasar bagi pengambilan keputusan, tetap berada dalam frekuensinya,” tegasnya.

Baca Juga: Mobil Dinas Pakai Tesla? Warganet Heboh, Harga Tembus Hingga Miliaran Rupiah

Charles Holland Taylor selama ini dikenal sebagai penasihat khusus Gus Yahya untuk urusan internasional.

Namun posisinya terombang-ambing setelah beredar Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/?.??.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Di saat bersamaan, posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU tengah diterpa desakan agar mundur.

Rapat Harian Syuriyah PBNU menilai terdapat sejumlah pelanggaran serius, mulai dari:

Mengundang narasumber yang dianggap terkait jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).

Yang dinilai bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Pelaksanaan AKN NU tersebut juga dinilai mencoreng nama baik organisasi.

Sehingga dianggap memenuhi kriteria pemberhentian tidak hormat berdasarkan Peraturan Perkumpulan NU.

Baca Juga: Parkir Gacoan Bikin Kepala Pusing? Siap-Siap Sistem Baru Lebih Kejam dari Level 8!

Tata kelola keuangan PBNU dinilai mengindikasikan pelanggaran syariat, perundang-undangan, hingga AD/ART NU.

Dengan mempertimbangkan tiga poin itu, Rapat Harian Syuriyah menyerahkan keputusan final kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.

Namun tekanan internal tersebut akhirnya mereda setelah Rapat Alim Ulama PBNU.

Pada Minggu 23 November 2025 malam menetapkan bahwa tidak ada pemakzulan terhadap Gus Yahya.

Baca Juga: TPG Triwulan 4 Bagi Guru ASN Sudah Cair, Tapi Ada Daerah yang Hanya Terima Pembayaran 2 Bulan Saja, Ini Daftarnya!

“Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Semua sepakat kepengurusan PBNU harus selesai satu periode,” jelas Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori.

Keputusan ini menjadi jawaban atas isu liar yang beredar dan sempat memicu perpecahan opini di kalangan warga NU.

Gus Ipul kembali menegaskan bahwa seluruh proses akan dikembalikan kepada para ulama sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam organisasi.

“Karena namanya Nahdlatul Ulama, maka yang memimpin adalah para ulama. Para ulama akan mengambil keputusan sesuai nilai agama,” katanya.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga ketenangan, dan menunggu keputusan resmi agar tidak memperkeruh suasana.***