POJOKSATU.id - Dr. Perdinan merupakan alumni IPB university, ia saat ini sukses meniti karir menjadi Deputy Director For Administration, di SEAMEO BIOTROP. Southeast Asian Regional Centre For Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) adalah lembaga regional yang bergerak dalam bidang penelitian, seminar bahkan pelatihan dan diseminasi hasil penelitian biologi tropika.

Lembaga ini memiliki tugas penting bagi alam semesta, yaitu menyelamatkan biodiversitas, dengan mengandalkan program restorasi dan konservasi ekosistem, pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati, bioenergi, bioteknologi untuk mendukung ketahanan pangan, serta ketahanan menghadapi perubahan iklim global.

Ia memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin, beberapa kampus yang menjadi pelabuhan ilmu Ia diantaranya: Michigan State University di bidang Geografi, lulus 2013, Queensland University di bidang National Resource Economics, lulus tahun 2007, dan bidang Agrometeorologi di IPB University, yang lulus tahun 2002.

Sejak tahun 2002 Dr. Perdinan, Ph.D, MNRE telah menjadi Associate Professor di Departemen Geofisika dan Meteorologi, Institut Pertanian Bogor.

Ia adalah seorang sarjana Fulbright dan ADS dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam penilaian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim. Dari sini terlihat, bahwa keahliannya menangani iklim sangat diandalkan dan sangat berpengaruh.

Ia juga sering diundang menjadi pembicara dalam hal perubahan iklim global. Pada tahun 2022, ia pernah memberikan presentasi dengan judul keresahan iklim dan risiko ekosistem mangrove di Indonesia melalui acara yang diselenggarakan Digital I-learn America : “Protecting Our Forests, Protect Us”. Disini menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang sangat dipercaya dalam membahas isu iklim global.

Dr. Perdinan menyampaikan bahwa Mangrove sangat penting dan dibutuhkan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan karena itu dapat mempengaruhi peningkatan GDP Nasional.

Pada 17 Februari 2022, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) bersama dengan konsorsium CSO yang terdiri dari Konsepsi, Transform, LP2M, PKBI Sumbar, Mitra Bentala, Bengkel APPEK, Yayasan Ayo Indonesia, dan YPPS, menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Berketahanan Iklim dan Analisis Gender Equality and Social Inclusion (GESI).

Kegiatan ToT ini diperuntukkan bagi pelaksana program di empat provinsi yang menjadi wilayah program, yaitu Sumatera Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam acara ini, Dr Perdinan diundang sebagai narasumber. Program ini juga merupakan kegiatan yang didukung oleh pemerintah Belanda, melalui relasi yang dibangun oleh kementerian luar negeri Belanda.

Dari perjalanan karirnya yang cemerlang, anak muda hari ini patut mencontoh sosok Dr. Perdinan. Sebagai Pakar Ekonomi Penilaian Informasi Iklim, ia sukses dipercaya dalam berbagai diskusi bahkan yang sifatnya nasional maupun internasional.

Berbagai penghargaan luar biasa telah diperolehnya seperti, Penghargaan International Student Tuition Waiver from Michigan State University for Doctoral Study in US (2008-2013), Australia Development Scholarship Award for Master Study in Australia (2006-2007), Den's Commendation for High Achievement Student Faculty of Natural Resource, Agriculture and Veterinary Science, The University of Queensland (2006), dan Winter School Fellowship from ARC-NESS, Monash University (2006).

Ia juga aktif dalam keanggotaan organisasi nasional maupun internasional, seperti Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI), Member - American Meteorological Society (AMS), Organizing Committee - American Meteorological Society (AMS) dan Member of Pi Beta Delta.

Dalam perjalanan karir dan prestasi yang luar biasa, ia selalu yakin bahwa persoalan perubahan iklim harus menjadi fokus penting dalam berbagai diskusi, baik level nasional maupun internasional.

Sebab, sebagai aktivis iklim ia meyakini bahwa ketahanan iklim yang baik juga bagian ketahanan hidup manusia.***