POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kecelakaan kerja beruntun di perusahaan migas PetroChina International Jabung Ltd, Tanjung Jabung Barat, Jambi, kembali menjadi sorotan publik karena tidak ada kelanjutan pertanggungjawaban perusahaan terhadap kasus tersebut.

Kali ini Anggota DPR RI dari Komisi VII, Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP turut menyoroti kasus kecelakaan kerja di perusahaan tersebut.

Menurut Ribka Tjiptaning, pihaknya akan memanggil direktur perusahaan tersebut guna untuk mempertanggungjawabkan kejadian itu.

"Kami akan panggil Presiden Direkturnya Mr. Qian Mingyang, sebagai pemimpin tertingginya untuk menanyakan langsung pertanggungjawabannya. Ini gak bisa dibiarin!," kata Ribka Tjiptaning kepada wartawan, Selasa (4/4/2023).

Ribka juga menuturkan, DPR juga akan memanggil SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian Tenaga Kerja dan Kapolri untuk memastikan kelanjutan pemeriksaan dan sanksi atas kasus ini.

"Masak udah 5 bulan tidak ada kabar hasil investigasi. Itu 3 orang pekerja punya keluarga yang ditinggalkan. Negara jangan diam membiarkan perusahaan lepas tanggungjawab. Kasus beginian pasti akan berulang lagi karena negara tidak tegas," ujarnya.

Karena itu, Ribka meminta kapada Kementerian ESDM dan SKK MIGAS agar menghentikan sementara operasi lapangan perusahaan tersebut sebelum ada kepastian tanggung jawab dan sanksi pada perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, kepada kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ribka Tjiptaning meminta agar kasus ini tidak 'dipeti eskan' sehingga Presiden Direktur PetroChina Internatioanl Jabung Ltd, bisa lepas tanggung jawab.

"Hentikan operasional lapangan. Harus dipastikan ada sanksi dan perbaikan sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan kerja yang mengorbankan nyawa pekerjanya," tegasnya.

"Ada indikasi bahwa manajemen pucuk PetroChina berusaha menutup-nutupi kasus agar tidak menjadi bahan perhatian publik. Oleh karenanya segera tarik kasus ini ke Bareskrim Polri," tegasnya lagi.

Selain itu, Ribka juga mendesak Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah untuk melakukan proses investigasi secara dalam dan tuntas terhadap kasus kecelakaan kerja yang beberapa kali terjadi di Wilayah Kerja Jabung itu.

"Sehingga kasus serupa tidak akan terulang kembali sebagai pembelajaran yang sangat amat mahal, melalui hilangnya nyawa anak bangsa Indonesia," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan pipa migas bocor hingga meledak terjadi di area NEB#9 Blok Jabung yang dikelola PetroChina Jabung International Ltd pada Minggu malam (18/12/2022) di Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Jambi.

Akibat hal itu, seorang pekerja meninggal dan 7 orang lainnya terluka akibat insiden tersebut.

"Benar hari ini telah meninggal dunia satu orang karyawan yang merupakan salah satu korban dari kejadian tersebut atas nama Kastalani," kata Kapolres Tanjabbar AKBP Muharman Arta, Sabtu (24/12/2022).

Tak berselang lama, kemudian terjadi lagi kecelakaan kerja di area sumur WB-D7 di Tanjung Jabung Barat, Jambi, yang dioperasikan Perusahaan Jasa Pengeboran (Drilling Service Companies) pada Senin (9/1/2023).

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga pekerja, dua di antaranya berasal dari perusahaan Bohai Drilling Contractor dan satu berasal dari Great Wall Drilling Contractor.

Kedua service companies tersebut merupakan kontraktor penyedia Rig Bohai-85 yang tengah melakukan workover program di sumur WB-D7 di Wilayah Kerja Jabung.(ikror/pojoksatu)