POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus oknum guru ngaji di kawasan Palu, Sulawesi Tengah.
Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai oknum guru ngaji yang berinisial AA itu telah melakukan tindak asusila berupa pencabulan.
Berdasarkan informasi dihimpun, dirinya disinyalir telah cabuli seorang anak di bawah umur sebanyak dua kali.
Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional: Tonggak Persatuan Indonesia Melawan Penjajahan
Tidak heran, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Palu turut menanggapi kasus tersebut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Sisi Sulteng pada Selasa (20/5/2025).
Dalam unggahannya, tanggapan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD BKPRMI Palu, Dawud Asroh.
Baca Juga: Tampang Oknum Guru Ngaji di Palu, Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Tuai Kecaman Publik
Dawud menuturkan bahwa pihaknya mengutuk keras perilaku oknum guru ngaji tersebut lantaran telah mencoreng nama baik pemuka agama.
“Kami mengutuk keras perbuatan itu. Oknum tersebut bukan bagian dari TPA di bawah naungan resmi LPPTKA BKPRMI Kota Palu,” jelasnya.
Dawud juga memberikan pesan kepada jajaran tenaga pendidik al-Qur’an untuk senantiasa berada di jalan yang benar.
Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR RI Dukung Rencana Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi
Sebab, munculnya kasus pencabulan oknum guru ngaji ini sedikit banyaknya menimbulkan pengaruh sesat bagi kalangan umat.
“Kami imbau semua guru mengaji binaan BKPRMI tetap semangat mengajar. Jangan biarkan kasus ini menjatuhkan semangat kita,” jelasnya.
“Semoga Allah terus berkahi perjuangan para guru mengaji,” lanjut Dawud pada Senin (19/5/2025).
Seperti diketahui, dugaan pencabulan oknum guru ngaji ini mencuat usai orang tua korban mengunggah sebuah video pada Minggu (18/5/2025).
Yang mana, unggahan video tersebut diupload orang tua korban melalui akun TikTok @noviyanti_asrun_tongko.
Dalam unggahannya, sang pemilik akun turut menyematkan sebuah caption yang menyiratkan kekecewaannya.
Baca Juga: Belum Ada Penetapan Tersangka dalam Kecelakaan Maut Tawangmangu yang Tewaskan 5 Penumpang
“Terjadi lagi dengan anak kami, dilecehkan seorang ustadz yang mengajar mengaji,” cuit orang tua korban.
“Anak saya baru berani bilang (perbuatan oknum guru ngaji) yaAllah ujian apalagi ini,” lanjutnya. ***



