POJOKSATU.id, SULSEL-- Dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Sulawesi Selatan (Sulsel), Amal Said, akhirnya buka suara usai viral di media sosial.

Dia mengakui meludahi kasir swalayan inisial N disebabkan kesal karena diminta kembali mengantre di barisan belakang oleh staf swalayan itu.

Dia mengklaim tak menyerobot antrian hanya saja berpindah kasir yang sedang kosong di swalayan yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan itu.

"Saya sadar itu (tindakan meludah) memang tidak benar kalau begitu sama orang. Tapi, itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi," ujar Amal, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga: Update Korban Banjir Sumatera Hingga Sabtu, 163 Orang Masih Hilang, Meninggal 1.138 Jiwa

Amal menyebut kemarahannya memuncak saat dirinya diminta kembali mengantre di barisan belakang oleh staf swalayan itu.

Dia mengklaim tidak menyerobot antrean, hanya berpindah ke meja kasir yang saat itu sedang dalam kondisi kosong.

"Mulai di dadaku itu agak lain-lain. Karena disuruh begitu. Dalam hatiku, ini anak apa maunya saya dikasih begitu. Saya ini orang tua, sudah putih rambutku," katanya.

Amal mengklaim tidak meludahi muka kasir tersebut. Dia menyebut ludah itu terkena pakaian.

Baca Juga: Medali Perunggu SEA Games 2025 Jadi Pelecut Semangat Sepak Takraw Depok Menatap PORPROV Jabar 2026

"Itu juga ndak benar kalau dibilang kuludahi mukanya. Tidak. Jadi kayak mappora (meludah) itu. Mungkin ada ke atas (sampai kena muka), tapi yang sempat saya lihat di (pakaian) bagian perut," bebernya.

Berita sebelumnya, insiden tak terduga terjadi pada Rabu pagi, sekitar pukul 11.30 WITA, di sebuah swalayan kawasan Tamalanrea, Makassar.

Korban berinisial N, wanita 21 tahun, sedang bertugas di meja kasir ketika pelaku tiba-tiba naik pitam setelah ditegur karena memotong antrean.

Teguran sederhana itu justru berujung pada tindakan yang tak terduga: pelaku mendekat dan meludahi wajah korban.

Peristiwa itu terekam jelas melalui CCTV dan dalam hitungan jam langsung viral di media sosial.

Publik pun mengecam keras perilaku pelaku yang dianggap arogan dan tidak mencerminkan etika seorang tenaga pendidik.

Pihak Universitas Islam Makassar juga memberikan pernyataan resmi.

Rektor UIM, Prof. Muammar Bakry, membenarkan bahwa pelaku adalah dosen tetap yang juga berstatus ASN.

"Itu kan dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan ya. Dia dosen negara yang diperbantukan di swasta,"

Kata Rektor UIM Prof Muammar Bakry dikutip pojoksatu.id dilansir detikSulsel, Sabtu (27/12/2025).

Ia menegaskan bahwa meskipun insiden terjadi di luar lingkungan kampus, nama institusi ikut tercoreng oleh tindakan tersebut.

Pihak kampus memastikan pelaku akan dipanggil pada pekan depan untuk memberikan klarifikasi.***