POJOKSATU.id -- Rombongan dosen peneliti asal Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan atau biasa disebut dengan IBI Kesatuan beserta mahasiswa dari Program Studi Sarjana (S1) Pariwisata berkunjung ke Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali pada Kamis (15/8/2024).
Tujuan dari kunjugan tersebut adalah untuk melakukan studi tiru dalam rangka mempelajari pengelolaan desa wisata yang menerapkan prinsip-prinsi pariwisata berkelanjutan.
Ketua Tim Peneliti Katalis Kelompok 3 yaitu Bambang Hengky Rainanto dan beranggotakan para dosen terdiri dari Ani Mekaniwati, Charles Parnauli Saragi, dan Muhammad Irfan, serta dibantu oleh mahasiswa bernama Brandon Alexander dan Nazwa Aulia Adhani.
Bambang Hengky Rainanto yang juga menjadi ketua rombongan mengungkapkan: “Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli merupakan Desa Wisata yang sesuai untuk dijadikan Lokasi Studi Tiru bagi pengembangan desa wisata-desa wisata berkelanjutan di Indonesia.
Hal ini karena Desa Penglipuran mengimplementasikan prinsip-prinsip Pariwisata Berkelanjutan yang meliputi Berkelanjutan dari sisi Lingkungan, Ekonomi, Sosial dan Budaya telah dilaksanakan sejak dahulu hingga saat ini masih diemban oleh Masyarakat dan pengelola dari Desa Penglipuran”.
Desa Penglipuran Bali merupakan salah satu dari 3 desa yang dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia.
Berkat kebersihan dan kerapiannya, desa wisata ini juga beberapa kali meraih juara penghargaan antara lain Kalpataru, desa terbersih pada 2016, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) tahun 2017. Desa Penglipuran kembali mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat dunia pada tahun 2023. Desa Penglipuran berhasil masuk jajaran desa wisata terbaik di dunia 2023 yang diumumkan pada Kamis (19/10/2023) di Samarkand, Uzbekistan.
Sehingga kunjungan sebagai lokasi Studi Tiru ke Desa Penglipuran merupakan hal yang sangat tepat. Mulai dari tata Kelola dari Tingkat Daerah hingga Tingkat desa bisa menjadi percontohan bagi desa wisata yang lain.
Implementasi dari bagaimana cara mengelola lingkungan dengan baik, juga didukung oleh keterlibatan seluruh unsur masyarakat dengan tingkat keramah-tamahan yang di atas rata-rata, serta adanya perayaan-perayaan yang menjaga serta memperkenalkan budaya dan tradisi asli, semuanya pada akhirnya memberikan kontribusi positif bagi ekonomi masyarakat yang ada di Desa Penglipuran.
Selain bersama rombongan dosen peneliti program Katalis yang mendapat dukungan dari Kemendikbudristek, mereka juga memperkenalkan konsep pengelolaan Desa Wisata Penglipuran kepada para mahasiswa Program Studi Sarjana (S1) Pariwisata, IBI Kesatuan. Bambang Hengky Rainanto berujar:
“Mahasiswa Pariwisata diharapkan nantinya bisa memahami konsep pengelolaan Desa Wisata yang Baik dan bisa menerapkan prinsip Pariwisata Berkelanjutan. Kami berharap, mahasiswa maupun lulusan yang akan terjun ke dalam Masyarakat bisa memberikan masukan dan membantu para kelompok pengerak pariwisata di desa lain untuk menerapkan hal baik yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Desa Penglipuran ini”. terangnya.



