POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengamat politik Citra Institute sekaligus Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam), Efriza, menilai Wapres Gibran bukanlah kaleng-kaleng.
Gibran telah membuktikan kapasitasnya dalam pemerintahan saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung atau lawatan ke luar negeri beberapa waktu lalu.
Menurut Efriza, penggantian Gibran tidak memiliki alasan kedaruratan, apabila menggunakan alibi Gibran tak bisa menggantikan Prabowo memimpin negara.
Efriza menilai, desakan Forum Purnawirawan Prajurit TNI tidak memiliki alasan kedaruratan, apabila menggunakan alibi Gibran tidak bisa menggantikan Prabowo memimpin tugas negara.
"Sudah hal lumrah Presiden Prabowo pergi digantikan Gibran sebagai wapres memimpin pemerintahan. Ini sudah terjadi, ketika Prabowo lawatan ke luar negeri," ujar Efriza, Sabtu (3/3/2025).
ia mengamati, tidak ada gejolak yang terjadi ketika Gibran menggantikan Prabowo yang lawatan ke luar negeri beberapa waktu lalu.
"Toh dalam proses itu tetap ada koordinasi antar keduanya," sambungnya.
Justru, Efriza bertanya-tanya apabila Forum Purnawirawan TNI menuntut Gibran digantikan hanya karena mengkhawatirkan suatu hal yang belum pasti terjadi.
"Janggal jika harapan mengganti Gibran adalah ketika khawatir berlebihan jika Prabowo sakit dan tidak bisa menjalankan tugas,” jelasnya.
“Persepsi yang hadir justru terkesan Presiden Prabowo adalah presiden yang sedang tidak baik-baik saja kesehatannya," tuturnya.
"Sehingga alasan bahwa Gibran tidak layak menggantikan Prabowo, ini tentu saja alasan yang subjektif. Sebab, nyatanya Gibran bukan kaleng-kaleng, dapat menggantikan tugas Prabowo ketika Prabowo berada di luar negeri," sambung Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu.***




