POJOKSATU.id, JAMBI—Beberapa fakta kasus dosen akper di Bungo Jambi yang meninggal tragis, Erni Yuniati (37) kembali diungkap polisi.

Menurut Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, Erni Yuniati sering memberikan uang kepada pelaku Bripda Waldi selama keduanya pacaran.

Lalu setelah dua tahun berpacaran, keduanya putus. Namun Waldi menolak putus dan diduga sakit hati dan dendam sehingga melancarkan pembunuhan berencana ke korban.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono kepada wartawan, Senin (3/11), berdasarkan pemeriksaan tersangka, Waldi mengaku sering menerima uang dari korban selama ini.

Baca Juga: Motif Bripda Waldi Bunuh Dosen Bungo Erni Yuniati Diduga Sakit Hati, Pelaku Bolak Balik Ngajak CLBK

”Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, ia sering diberi uang oleh korban. Maka, tersangka terus minta uang ke korban. Tersangka mengandalkan uang korban,” jelas Kapolres.

Namun setelah dua tahun berpacaran, mereka putus. Kata Kapolres, Erni mengetahui Waldi menjalin asmara dengan cewek lain. Erni memutuskan hubungan.

“Sebaliknya tersangka ogah putus. Namun korban tetap menolaknya,” kata Kapolres.

Bripda Waldi adalah anggota Propam Polres Tebo. Belum lama jadi polisi. Usianya masih 22 tahun. Masuk dari Bintara.

Baca Juga: Bripda Waldi Polres Tebo Diduga Pembunuh Berdarah Dingin, Habisi Dosen Erni Yuniati Lalu Pel Darahnya

Sementara Erni dosen sekaligus ketua Program Studi S-1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS), Muaro Bungo, Jambi.

Erni merupakan lulusan S2 Keperawatan atau Mkep.

Keduanya berkenalan pada tahun 2022 dan terus pacaran selama dua tahun belakangan.

Hilangkan Sidik Jari di TKP

Kapolres juga mengatakan, pelaku mengepel bercak darah korban di lantai untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Pelaku juga membersihkan semua bekas sidik jari dan sekaligus juga DNA pelaku di sekitar jasad korban di dalam rumah korban di perumahan itu.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Dosen Cantik Akper Bungo Erni Yuniati oleh Pacarnya Bripda Waldi Polres Tebo

Selama ini, korban tinggal sendirian di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi.

Menurut Kapolres, penyamaran pelaku dengan wig atau rambut palsu justru menjadi petunjuk penting bagi polisi menyelidiki lebih dalam.

Penyamaran memakai wig ini terekam CCTV dan terlihat oleh saksi di sekitar rumah korban.

“Sehingga tersangka kami tangkap. Awalnya ia tidak begitu saja mengakui. Ia berbelit-belit,” ujar Kapolres Bungo.

Kapolres juga menyebut pelaku memang berkelit saat diperiksa.

Namun, setelah penyidik dibagi beberapa tim dan semua anggota tim bergerak melakukan penyelidikan, hasilnya semua penelusuran tim mengarah kepada pelaku Bripda Waldi.

“Kami ungkapkan bukti-bukti. Akhirnya ia mengakui perbuatannya,” jelasnya.***