POJOKSATU.ID - Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan ada gesekan antara Airlangga Hartarto pada Dedi Mulyadi.

Insiden itu terjadi di sebuah acara bertajuk "3 Juta Ekspor bagi Indonesia: Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa" di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam video itu, terlihat ada sejumlah petinggi perusahaan dan para pejabat, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Jusuf Kalla.

Baca Juga: Diberlakukan di Bidang Farmasi Nakes Tahun 2025, Ini Skema Baru Gaji dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu, Tidak Boleh Lebih Rendah dari Jabatan Sebelumnya

Awalnya, ketiganya tampak akrab sedang melihat-lihat mobil yang dipamerkan dalam acara tersebut.

Kemudian tiba-tiba, Airlangga Hartarto mendorong lengan Dedi Mulyadi, diduga karena ingin berfoto bersama Jusuf Kalla yang berada di antara keduanya.

Terdengar bahwa eks Ketua Umum Partai Golkar periode 2017 sampai 2024 itu meminta Dedi Mulyadi untuk bergeser sembari mendorong lengannya.

Baca Juga: Ajaib Pria Mabuk Selamat Usai Loncat dari Lantai 10 Apartemen, Pemicunya Gagal Bercinta dengan Pacar

Dedi Mulyadi terlihat agak terkejut dengan dorongan itu tapi tak memperlihatkan ekspresi negatif ketika tiba-tiba lengannya didorong.

Mantan Bupati Purwakarta itu tetap tersenyum dan langsung bergeser memberi ruang agar Airlangga Hartarto bisa difoto oleh awak media bersama Jusuf Kalla.

"Siap. Siap. Geser, pak," ucap Dedi Mulyadi sembari melempar senyuman khasnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Targetkan Kunjungan 8,7 Juta Wisatawan di Ujung Tahun

Video singkat ini langsung viral di media sosial, sebagian netizen melihat cara yang dilakukan Menko Perekonomian itu kurang sopan.

Akan tetapi, tak sedikit juga yang menyebut apa yang dilakukan Airlangga Hartarto merupakan hal wajar karena Dedi Mulyadi dianggap menghalangi Jusuf Kalla yang tanpa sepengetahuannya berada di belakangnya.

Momen ini juga menjadi tanda tanya besar mengenai hubungan di antara pejabat, sebagaimana diketahui bahwa pria yang akrab disapa KDM itu mengawali karier politiknya bersama Golkar.

Baca Juga: Festival UMKM Perempuan Bandung, Pemkot: Menggerakan Ekonomi dan Kolaborasi Sosial

Sejak duduk di kursi DPRD Purwakarta pada 1999 hingga menjadi Bupati Purwakarta 2 periode, Dedi Mulyadi tetap setia pada Golkar.

Sampai akhirnya, jaket kuning tersebut dilepas Dedi Mulyadi pada tahun 2023 dan memutuskan pindah ke Gerindra.

"Saya memandang ingin berkontribusi secara langsung bagi Pak Prabowo memenangkan pilpres 2024," ungkap KDM.

Baca Juga: Hadir di USB YPKP, Erwin Dorong Mahasiswa Aktif dan Berakhlak

Gubernur Jawa Barat ini juga mengatakan ada berbagai alasan lainnya perihal kepindahannya ke Gerindra.

Di sisi lain, sejumlah pihak menduga kepindahannya terkait masuknya Ridwan Kamil menjadi anggota Golkar.

Akan tetapi, KDM menegaskan kepindahan kendaraan politiknya tidak ada kaitannya dengan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Sumedang Hadir ke Bandung untuk Membahas Sinergitas Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan

Sementara itu, Airlangga Hartarto disebut sudah bergabung dengan Golkar antara tahun 1998 dan 2004.

Dalam kepengurusan partai Golkar, putra dari menteri era Orde Baru ini tercatat sebagai wakil bendahara pada 2004.

Pria kelahiran Surabaya tersebut sempat mencapai puncak karier di partai sebagai Ketua Umum Golkar selama 2 periode.

Baca Juga: Pendaftaran Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Periode 4 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Akan tetapi, ia mengundurkan diri pada bulan Agustus 2024 sebagai Ketua Umum Golkar.

"Maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketum DPP Golkar," kata Airlangga Hartarto, 11 Agustus 2024.***