POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan fokus pemerintahannya pada pembangunan infrastruktur sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan saat ia meresmikan lima proyek strategis bernilai total sekitar Rp1,97 triliun, yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam seremoni peresmian, Prabowo menekankan bahwa infrastruktur bukan hanya proyek fisik semata.
Baca Juga: Kartu Sakti Berubah Wujud! KKS Baru Peralihan Pos Kapan Cair? Simak Bocoran Paling Update di Sini!
Tetapi merupakan pondasi untuk meningkatkan konektivitas, mempercepat distribusi logistik, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, negara akan sulit bergerak tanpa infrastruktur yang kuat, modern, dan merata.
Kelima proyek yang diresmikan tersebut mencakup pembangunan jembatan, flyover, hingga underpass yang diharapkan mampu memperbaiki arus mobilitas di wilayah-wilayah strategis.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Jembatan Kabanaran di Bantul, yang dinilai mampu mempercepat arus barang dan komoditas lokal dari pesisir selatan.
Baca Juga: Target Besar Prabowo, Tambah Dokter dan Bangun Rumah Sakit Canggih di 514 Daerah
Infrastruktur ini juga diperkirakan mendorong sektor pariwisata di wilayah tersebut karena akses menuju kawasan pesisir menjadi lebih mudah.
Tidak hanya itu, Prabowo juga meresmikan Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara serta Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat yang berperan sebagai penghubung antarwilayah dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Proyek lainnya adalah Flyover Cangguk dan Underpass Joglo, keduanya berada di Jawa Tengah dan memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan warga.
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Ia menyatakan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi harus dirasakan hingga daerah terpencil.
Melalui infrastruktur yang memadai, pemerintah berharap pergerakan barang dan jasa menjadi lebih cepat, biaya logistik menurun, serta peluang investasi semakin terbuka.
Baca Juga: Kepala BNN Minta Perguruan Tinggi Jadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Narkotika
Selain meresmikan proyek, Prabowo juga menyinggung soal kebutuhan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah membutuhkan dana mencapai ribuan triliun rupiah untuk merealisasikan berbagai proyek strategis nasional.
Karena itu, Prabowo mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta agar kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa membebani APBN secara berlebihan.
Baca Juga: Heboh Mau Bela Gen Z Adian PDIP Siap Lawan Purbaya Soal Thrifting, Beneran Mau Bela atau Niat lain?
Ia menambahkan bahwa pembangunan yang cepat dan tepat sasaran adalah kunci dalam memperkuat ekonomi nasional.
Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, sektor industri, perdagangan, dan pariwisata akan mendapatkan manfaat langsung.
Masyarakat di daerah pun akan memperoleh akses yang lebih baik terhadap fasilitas publik dan peluang ekonomi.
Melalui lima proyek strategis ini, pemerintahan Prabowo ingin menunjukkan bahwa pembangunan tidak berhenti dan akan terus bergerak cepat.
Ia menegaskan bahwa negara harus hadir dengan infrastruktur yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.***




