POJOKSATU.id, JAKARTA - Rocky Gerung memberikan analisa terkait Donald Trump yang memenangi Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat 2024. 

Pada Pilpres AS yang digelar 5 November 2024 kemarin, Donald Trump mendapatkan suara sebesar 295 electrical votes.

Sementara lawannya Kamala Harris mendapatkan suara sebanyak 226 electrical votes.

Diketahui Donald Trump diusung oleh Partai Republik. Sementara Kamala Harris diusung Demokrat.

Kemenangan telak Donald Trump tentu menjadi sorotan banyak negara di dunia. Termasuk juga Indonesia.

Baca Juga: Viral di Medsos X, Siapa Sosok Maria Eva Sebenarnya? Cek Profilnya di Sini

Rocky Gerung, pengamat politik memprediksi nasib Indonesia setelah kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika.

Ia menyebut bahwa Donald Trump memiliki konsolidasi politik dan ekonomi yang kuat. Hal itu akan membuat harga dolar menjadi naik. Dengan naiknya harga dolar, maka kurs rupiah semakin menurun.

"Menang sebagai presiden dan menguasai beberapa kongres itu jadi insfrastruktur yang kuat dan itu penanda konsolidasi ekonomi dan politik akan stabil," ujar Rocky Gerung dikutip dari YouTube pribadinya, Jumat 8 November 2024.

"Dolar pasti akan menguat, penguatan harga dolar akan membuat kurs rupiah jatuh," imbuh Rocky Gerung.

Baca Juga: Shin Tae-Yong Panggil Tiga Pemain PERSIB Bandung di Piala AFF, Begini Alasan STY Pilih Pemain Lokal, Sebut Kekuatan Akan Berkurang

Hal ini menurut Rocky Gerung semakin diperparah dengan Indonesia yang memilih untuk bersekutu dengan BRICS.

Dengan keputusan tersebut Indonesia diprediksi akan sulit mendapatkan utang dari Amerika.

Padahal seperti diketahui BRICS diikuti oleh Rusia dan juga China.

Memutuskan bergabung ke BRICS akan membuat Indonesia sulit mendapatkan utang dari Amerika Serikat.

Seperti diketahui bahwa utang dolar ini bisa didapatkan dari OECD yang berada di bawah naungan Amerika.

Baca Juga: Heboh Penggeledahan, Owner Skincare Mira Hayati Malah Posting Potret Dirinya, Mari Melawan Kezoliman

"Tetapi sekali lagi kita coba membayangkan bagaimana kemampuan negeri ini membuat semacam relasi baru dengan Amerika di Bawah Donald Trump," ujarnya.

"Karena Indonesia memilih untuk bersekutu dengan BRICS dan bukan dengan OECD. Jadi ini suatu poin yang bisa kita bayangkan, apakah Indonesia bisa memperoleh utang dari Amerika karena kebutuhan kita," papar Rocky Gerung.

"Kita tahu dolar itu adanya di OECD di Bawah pimpinan Amerika. Indonesia tidak mungkin mendapat semacam bantuan atau utangan dari BRICS yang yang memang modal internasionaknya sangat terbatas," pungkasnya.***