POJOKSATU.id, JAKARTA—Salah seorang yang dilaporkan Jokowi ke Polda Metro Jaya, dokter Tifa atau Tifauzia Tyassuma menganalisa bahwa Jokowi menderita penyakit autoimun agresif.

Analisa ini disampaikan dokter Tifa di akun X miliknya menanggapi foto dan video yang beredar di medsos yang memperlihatkan wajah Jokowi penuh bercak putih dan makin gelap.

“Pertanyaan netizen: Doktif, yang di perut pak JW itu alkes apa?,” kata Tifa dalam unggahannya dilihat Minggu (22/6/2025).

Lalu dokter Tifa memberikan penjelasan, melihat dari tanda dan gejala yang sama-sama dilihat publik, praktis sejak bulan April 2025 hingga sekarang, dan dokter Tifa assesmen bahwa Jokowi punya penyakit autoimun agresif.

Baca Juga: Wajah Jokowi Banyak Bercak Putih, Dokter Tifa Ingin Benar-benar Membantu, Saya Punya Pengalaman Pak

Dan alat yang ada di dalam badan Jokowi, menurut dugaan dokter Tifa adalah alat CAPD.

“Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen. Karena berulangkali saya sampaikan, saya mengkhawatirkan kesehatan pak JW, terlepas dari saat ini kita berseberangan, padahal bukan maksud saya untuk menjadi lawan beliau atau apa,” katanya.

“Yang saya lakukan adalah menegakkan kebenaran soal ijazah, kalau dengan itu beliau tersinggung dan memusuhi saya ya kita lihat saja bagaimana kebenaran itu akan membela dirinya sendiri,” ujarnya lagi.

Dokter Tifa lalu menjelaskan lagi soal penyakit autoimun agresif.

Menurutnya, perjalanan penyakitnya kurang dari 6 bulan menuju terminal stage.

Baca Juga: TPG Triwulan 2 Sudah Cair di 11 Daerah, Ini SYARAT Guru Penerima!

Dengan gejala perubahan kulit yang agresif, gatal luar biasa, sarkopenia atau otor mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan, kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.

“Sebagai Dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau. Ketika kondisi autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung,” kata dokter Tifa menganalisa penyakit Jokowi ini.

“Justru yang hoax adalah orang yang mengatakan ini hanya alergi kulit biasa yang menyerang akibat kunjungan ke Vatikan. Sekali lagi ini sakit berat, berat sekali,” ujarnya lagi.

“Lebih baik segera rawat intensif ke Rumah Sakit terbaik di dunia, mungkin di China, karena pak JW masih ada hubungan darah dengan China jadi bisa relate kalau butuh donor darah atau donor ginjal,” jelasnya.

“Apakah negara masih memfasilitasi mantan Presiden untuk mendapatkan perawatan terbaik?,” tanya dokter Tifa lagi. ***