POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, mengaku kaget terkait rencana uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) di Indonesia milik miliader asal Amerika Serikat, Bill & Melinda Gates Foundation.
Ia mengaku kaget mendengar kabar tersebut yang dinilainya muncul secara tiba-tiba tanpa penjelasan memadai kepada publik.
Dr dr Siti Fadilah Supari, SpJP, nama lengkapnya adalah dosen dan ahli jantung. Dia pernah anggota Wantimpres dari 25 Januari 2010 hingga 20 Oktober 2014. Dia juga mantan Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca Juga: Ketua DPP PDIP Tanggapi Jokowi Mau Gabung PSI, Silahkan Saja Kita Nggak Ngurus
"Kalau masyarakat kaget ya iyalah, lah wong aku juga kaget. Nggak ada angin nggak ada hujan kenapa kita tiba-tiba jadi ajang coba?" tanya Siti lewat kanal YouTube Cerita Untungs, Jumat 16 Mei 2025.
Siti membeberkan Indonesia saat ini berada di posisi kedua tertinggi di dunia dalam jumlah penderita TBC, setelah India dan di atas China.
Ia menilai, tingginya angka kasus TBC berkorelasi kuat dengan kepadatan penduduk dan tingkat kemiskinan.
“Pertanyaan saintifik muncul, pertanyaan lain juga muncul, mungkin (masyarakat) sudah trauma dengan vaksin Covid-19, jadi bingung," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa vaksin BCG sebenarnya sudah digunakan untuk balita sebagai bentuk perlindungan terhadap TBC.
Maka dari itu, muncul pertanyaan ilmiah atas perlunya vaksin baru untuk kalangan dewasa muda.
"Apakah ada lonjakan kasus TBC pada dewasa muda? Saya belum pernah dengar," ungkapnya.
Siti juga mengkritik pendekatan vaksinasi sebagai solusi utama dalam penanggulangan TBC.
Menurutnya, pengurangan angka penderita TBC seharusnya dilakukan dengan membenahi aspek non-medis terlebih dahulu, seperti gizi dan lingkungan.
“Jadi yang namanya tuberkulosis itu hanya 40 persen berhubungan dengan obat-obatan yang 60 persen itu non medis. Nonmedis artinya perbaiki gizi perbaiki, environment, maka nanti TBC hilang sendiri," pungkasnya. ***




