POJOKSATU.id, JAKARTA — Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara membongkar skenario busuk Teddy Minahasa soal menarik keterangan dari polisi yang memberatkan Teddy.
Selain itu, dalam skenario busuk rancangan Teddy Minahasa, Dody harus menyatu dengan Teddy. Kasus semuanya harus dibuang badan ke Samsul Arif.
Diketahui terdakwa Teddy Minahasa sempat mengajak AKBP Dody membuat skenario kasus sabu yang menimpa Teddy.
Pengakuan Dody yang membongkar skenario licik Teddy ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus peredaran narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (1/3) yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat ini.
Dody membacakan surat berisi skenario dari Teddy Minahasa yang meminta agar Dody mau memberikan keterangan yang meringankan dan menjalankan skenario versi Teddy.
Baca Juga :
Profil Lengkap Ortu AKBP Dody Prawiranegara, Mantan Kapolda Riau Bukan Bengkulu
"Izin saya membacakan lagi yang Mulia biar lebih jelas," kata Dody dalam persidangan tersebut.
"Untuk Dody atau istrinya, contreng satu, komunikasi antara dengan Arif tidak ada saksi," kata Dody saat membaca surat tersebut.
"Contreng dua, BB yang ditemukan di rumah Dody strip satu, jawab tidak tahu garis miring kayu gaharu milik Arif, strip kedua Arif mantan pengedar," katanya.
"Contreng yang ketiga Dody harus menyatu dengan saya. Berikutnya tarik semua keterangan yang memberatkan saya dan Dody, berikutnya buang badan ke Arif," kata Dody.
Baca Juga :
Dikira Agama Lain, Irjen Teddy Minahasa Pemeluk Islam Taat, Ini Foto Bersama Istrinya
"Berikutnya satu saksi bukan saksi, berikutnya skenario penangkapan Anita tapi Arif yang melanggar rencana dan barang punya Arif," kata Dody kembali saat membaca isi surat.
"Berikutnya tidak ada penyisihan BB. Yang terakhir barang dari Arif," kata Dody membacanya kalimat terakhir dalam surat.
Dody enggan mengikuti semua perintah tersebut dan lebih memilih proses penegakan hukum.
"Mohon izin yang Mulia dan ini saya tolak waktu itu, saya tidak mau mengabur dari suatu tindak pidana," kata dia.
Jaksa sempat bertanya kepada Teddy Minahasa terkait surat tersebut. Teddy Minahasa mengaku bahwa surat tersebut merupakan tulisan tangannya.
Diketahui, Arif yang tercatat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) merupakan Samsul Ma'rif, asisten pribadi Dody Prawiranegara. (ikror/pojoksatu)



.webp)
