POJOKSATU.id - Memiliki anak keturunan adalah harapan hampir setiap pasangan yang membangun rumah tangga.

Tak jarang, pertanyaan pertama yang muncul setelah pernikahan adalah soal momongan.

Namun dalam ajaran Islam, memiliki keturunan bukan sekadar menghadirkan generasi penerus, melainkan menghadirkan anak yang saleh, berkepribadian luhur, dan menjadi penyejuk hati bagi orang tuanya.

Islam mengajarkan bahwa kualitas lebih utama daripada sekadar kuantitas.

Anak yang diharapkan bukan hanya hadir secara fisik, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang kuat iman, berakhlak mulia, serta membawa kebaikan bagi keluarga dan masyarakat.

Doa Para Nabi Memohon Keturunan Saleh
Al-Qur’an mengabadikan doa-doa para nabi yang memohon keturunan baik kepada Allah. Salah satunya adalah doa Nabi Ibrahim:

Baca Juga: Es Cendol Bandung, dari Elizabeth hingga Katapang yang Selalu Jadi Bintang Berbuka

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Rabbi hab lî minas shâlihîn

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang saleh.”

Doa ini mencerminkan betapa pentingnya harapan memiliki anak saleh, bahkan disebutkan doa tersebut telah dipanjatkan sejak Nabi Ibrahim masih belum menikah. Artinya, ikhtiar batin sudah dipersiapkan jauh sebelum hadirnya keturunan.

Doa lain yang begitu populer adalah:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lil muttaqîna imâmâ

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pandangan mata yang menyejukkan dari para istri dan anak keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Baca Juga: Viral Momen Kocak Seorang Anak Polos yang Beragama Kristen Berangkat Tarawih Bersama Teman Muslimnya!

Doa ini bukan hanya memohon anak, tetapi memohon keturunan yang menjadi qurrata a’yun, penyejuk hati serta keluarga yang mampu menjadi teladan dalam ketakwaan.

Doa Para Ulama untuk Keberkahan Anak
Selain doa yang termaktub dalam Al-Qur’an, para guru dan ulama juga kerap memanjatkan doa untuk keberkahan anak dan keturunan:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

Doa ini mencerminkan kekhawatiran sekaligus harapan orang tua: agar anak dilindungi dari keburukan, diberi keberkahan, serta tumbuh menjadi pribadi yang berbakti.

Baca Juga: Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto, Warisan Ulama Pejuang yang Kini Berdaya Saing Global

Ikhtiar Lahir dan Batin
Memohon anak saleh bukan hanya soal doa, tetapi juga komitmen orang tua dalam mendidik, memberi teladan, dan menciptakan lingkungan yang baik.

Doa adalah pondasi spiritual, sementara pendidikan dan kasih sayang adalah ikhtiar nyata.

Setiap orang tua tentu ingin anaknya menjadi kebanggaan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Anak saleh adalah investasi jangka panjang, amal jariyah yang tak terputus, dan penolong ketika orang tua telah tiada.

Pada akhirnya, harapan memiliki keturunan yang saleh adalah cermin dari harapan kita menjadi orang tua yang lebih baik.

Semoga setiap doa yang terucap menjadi jalan lahirnya generasi yang mulia, yang memuliakan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat. Wallâhu a’lam.***