POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Seorang ibu pastinya setiap saat akan selalu ingat akan darah dagingnya (Anaknya), tapi apalah daya ketika jarak yang jauh memisahkannya, hanya ada rasa rindu yang dipendam untuk bisa menemui anaknya.

Bukan sehari dua hari ataupun sebulan dua bulan, namun sudah tahunan ibu ini memendam rindu karena tidak pernah bertemu anaknya. Atau tepatnya sudah 10 Tahun, dirinya tidak bisa bertemu karena faktor keadaan yaitu masalah ekonomi yang tidak memadai.

Jangankan untuk ongkos pulang pergi, untuk makan sehari-hari saja masih kekurangan sehingga praktis ibu ini hanya bisa memendam kerinduannya terhadap buah hatinya. Hanya do'a selalu dipanjatkan disertai linangan air mata, karena ingin bertemu anaknya.

Beruntung Do'a nya dikabulkan, dengan perantara Dedi Mulyadi akhirnya ibu ini beserta keluarga (suami) bisa pulang kampung dan menemui anak dan orang tuanya.

Kisah haru di momen lebaran tahun ini mewarnai pertemuan Kang Dedi Mulyadi dengan seorang ibu yang rupanya sudah 10 tahun tak pulang kampung ke Yogyakarta.

Kisah ini bermula saat Kang Dedi ingin mengecek perkembangan ternak kambing yang sebelumnya diberikan pada seorang anak bernama Ramdhani di Cimerta, Subang. Saat di lokasi rupanya anak itu sedang ikut kakaknya ke Majalengka.

Baca Juga : Cie Cie Dedi Mulyadi Punya Guru Cantik Favoritnya, Siapa Dia?

Akhirnya Kang Dedi hanya bertemu dengan kedua orangtua Ramdhani. Ayah Ramdhani pun berterima kasih karena uang yang sebelumnya diberikan Kang Dedi sudah dibelikan kambing dan kini telah beranak.

"Alhamdulillah, Pak kambingnya sudah beranak satu," kata ayah Ramdhani.

Sehari-hari ayah Ramdhani dan istrinya, Helminasar, bekerja mengurus tanah milik orang lain sambil beternak. Sebagai sampingan keduanya bekerja memotong kayu putih di Perhutani dengan upah Rp 300 per kilo. Itu pun tak setiap hari.

Meski hidup pas-pasan namun keluarga tersebut tinggal di sebuah bilik yang rapi dan bersih. Hal itu pula yang membuat Kang Dedi memuji mereka karena setiap hari kerja keras namun tetap hidup bersih dan rapi.

Di tengah obrolan terungkap ternyata sang istri, Helminasar, sudah 10 tahun tak pulang menemui orangtua dan anaknya di Imogiri, Yogyakarta. Sebab selama ini uang yang didapat belum mencukupi untuk pulang kampung.

"Di sana masih ada ibu sama anak, kalau anak sekarang ikut sama mantan suami. Jadi selama 10 tahun ini paling komunikasi pakai telepon," kata Helminasar.

Meski begitu ia tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan dan bisa bekerja. "Kan uang yang ada pas-pasan jadi mungkin Allah belum kasih rezekinya, jadi harus sabar dan tawakal yang penting masih dikasih sehat," ucapnya.

Kang Dedi pun lantas menanyakan berapa ongkos untuk sampai ke Imogiri bersama suami dan anaknya dengan menggunakan transportasi umum. Namun Helminasar tak bisa memastikan karena sudah lama sekali ia tak pulang.

Dalam pertemuan itu Kang Dedi yang tertarik dengan karakter keluarga tersebut langsung menawari untuk bekerja di salah satu rumahnya di Wanayasa. Di sana keluarga tersebut diminta untuk mengurus rumah, lahan pertanian dan peternakan karena sedang tidak ada orang yang mengurusi.

"Kalau mau nanti ibu bisa menjadi bagian keluarga saya untuk tinggal di Wanayasa. Karena saya lihat ibu ini rajin dan orangnya bersih," kata Kang Dedi.

Setelah berdiskusi keluarga tersebut pun bersedia menerima pekerjaan tersebut. Mereka akan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan yang selama ini mereka tinggali.

Singkat cerita Kang Dedi pun mengeluarkan sejumlah uang sebagai ongkos pulang pergi keluarga tersebut pulang ke kampung halaman. Selain itu Kang Dedi memberikan uang sebagai bekali untuk diberikan kepada orangtua di kampung.

"Ini adalah orang-orang baik. Ini uang untuk tiket bus sekeluarga bolak-balik sampai Imogiri dan ini bekal untuk dikasih ke orangtuanya di kampung," ujar Kang Dedi.

"Gak usah, Pak. Nanti saja uangnya kalau kita sudah pindah kerja ke bapak," ucap Helminasar.

Kang Dedi meyakinkan bahwa uang tersebut berbeda dengan gaji bekerja. Ia memastikan uang tersebut untuk digunakan pulang kampung ke Imogiri, Yogyakarta. Mendengar itu Helminasar pun langsung menangis berterima kasih di pelukan Kang Dedi Mulyadi.

"Saya memang sedang cari orang dan ternyata bertemu dengan orang baik. Nanti habis dari Yogyakarta bisa langsung kerja di tempat saya. 10 tahun tak punya ongkos sekarang bisa pulang. Bersyukurlah dengan apa yang kita peroleh saat ini karena banyak yang lebih susah," pungkas Kang Dedi Mulyadi. (Ade Winanto / pojoksatu)