POJOKSATU.id, JAKARTA—Hal mengejutkan datang dari calon gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bahwa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono lah yang seharusnya dimajukan di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Pramono menyebut sekitar tiga-empat bulan lalu, dia berbincang dengan Presiden Jokowi dan Mensekneg Pratikno. Pembicaraan mereka, Basuki akan dimajukan sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Fakta munculnya nama Basuki Hadimuljono terungkap saat Najwa Shihab melakukan wawancara dengan Pramono Anung-Rano Karno.

Najwa melakukan wawancara usai Pramono Anung-Rano Karno pulang dari pendaftaran di KPU Jakarta, Rabu (28/8/2024) dan rekamannya ditampilkan di kanal YouTube Najwa Shihab dengan judul Cerita Anies,Titah Mega dan Tawa Jokowi.

Baca Juga: LINK LIVE STREAMING Inter Milan vs Atalanta Serie A 31 Agustus 2024: Prediksi Skor, Susunan Pemain, H2H

Diceritakan Pramono, dia bersama Presiden Jokowi dan Mensekneg Pratikno sekitar tiga atau empat bulan lalu berdiskusi di Istana Negara, lalu muncul ide agar Basuki Hadimuljono akan dimajukan sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

“Lalu saya dibilang ke Pak Basuki, malah Pak Basuki bilang Pak Pram saja yang maju,” ujarnya dalam wawancara Najwa Shihab itu seperti dilihat, Jumat (30/8).

Pramono juga menceritakan awal mula dikasih tahu akan maju Pilgub Jakarta pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB di kantor DPP PDIP oleh Megawati Soekarnoputri.

Selama ini tak ada niat dan persiapan sama sekali dari Pramono Anung untuk maju di DKI Jakarta. Pertama dikasih tahu, dia mengaku kaget atau terkejut.

“Tidak ada keinginan sama sekali maju. Tapi saya katakan ke ibu (Megawati), boleh gak saya bicara ke keluarga dan Pak Presiden. Lalu Ibu mengatakan boleh, ” kata Mas Pram, sapaan akrabnya.

Baca Juga: SAH! Prioritas hanya Honorer ini Saja, Kelulusan Seleksi PPPK Guru 2024 Resmi Tidak Pakai Nilai Ambang Batas, Tetapi Pakai Sistem Ini

Mas Pram juga menyebut Presiden Jokowi tertawa saat ditelpon dan diberitahu bahwa dia akan maju di Pilkada Jakarta. Dan Jokowi mempersilahkan Pram untuk maju.

Dan saat menemui Presiden Jokowi, Selasa pagi di Istana, Pram berkonsultasi soal mundur atau tidaknya saat maju pilkada. Presiden lalu menganjurkan agar mundur saat penetapan di KPU saja.

Menurut Pramono Anong, Megawati memilihnya karena dianggap bisa berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Pilkada Jakarta Bakal Keras

Menurut Pramono Anung, Pilkada Jakarta 2024 ini akan berlangsung dengan keras. Dia mengaku sudah tahu substansi persoalan permasalahan di Jakarta karena dia saat ini Sekretaris Kabinet masa Jokowi.

“Keras. Jadi, satu kalau substansi persoalan permasalahan di Jakarta karena saya Sekretaris Kabiet, rapat-rapat kan saya tahu tentang bagaimana persoalan LRT, MRT, kemacetan dan beberapa hal termasuk polusi udara sehingga bukan hal yang baru untuk saya,” kata Seskab Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

Baca Juga: Jubir Ungkap Umur Satu Hari Aspirasi Muncul Usung Anies  di Jawa Barat, Akhirnya Batal Maju

Oleh karena itu, Pramono Anung juga meyakini bahwa dirinya dan Rano Karno mampu memberikan solusi atas permasalahan kota Jakarta.

“Saya yakin kita berdua ini fighter dan kita berdua sungguh-sungguh untuk mengetuk pintu masyarakat Jakarta, memberikan solusi alternatif,” katanya.

Atas dasar itu juga, Pramono mengajak pertarungan keras pada Pilkada Jakarta dijalani berdasarkan politik gagasan yang mencerahkan, bukan politik identitas atau pun agama.

“Mari kita berpolitik, bersaing, bertanding tetapi dengan gembira ria. Enggak usah kemudian membawa isu-isu agama, identitas, etnisitas,” ujarnya.

“Kita bicara tentang politik gagasan, politik yang membangun, politik yang bersahabat, politik yang mencerahkan, politik yang membuat orang happy,” kata Pramono.***