POJOKSATU.ID - Isu santet kembali memicu ketegangan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seorang pria lanjut usia berinisial Mus (80), warga Desa Pasinan, menjadi korban perusakan rumah setelah dituding memiliki ilmu santet oleh tetangganya sendiri.

Peristiwa bermula ketika Amsori (52), warga setempat, jatuh sakit selama tiga hari. Saat dalam kondisi sakit tersebut, Amsori mengaku bermimpi didatangi Mus.

Baca Juga: KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Akhir Masa Jabatan, Putri Penyanyi Dangdut A Rafiq

Mimpi itulah yang kemudian diyakini sebagai pertanda bahwa dirinya disantet.

Keyakinan tersebut memicu kemarahan keluarga Amsori. Anak Amsori berinisial J bersama sejumlah kerabat mendatangi rumah Mus dalam jumlah banyak.

Situasi yang awalnya tegang berubah menjadi tidak terkendali ketika massa masuk ke dalam rumah dan merusak sejumlah perabotan.

Baca Juga: TPG Januari dan Februari Jadi Acuan Pola Pencairan Maret 2026, Ini Pola Validasi yang Perlu Dipahami Guru ASN

Mus yang saat itu tengah beristirahat di kamar, didatangi dan diseret keluar rumah. Ia diminta datang ke rumah Amsori untuk dimintai penjelasan.

Istri Mus sempat berupaya mencegah, namun mendapat ancaman agar tidak ikut campur.

Dalam kondisi tertekan, Mus akhirnya menuruti permintaan massa. Ia menuju rumah Amsori dengan sepeda motor, didampingi anaknya, Ros (40).

Baca Juga: Kemenag Targetkan Pencairan Dana BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Sebelum Lebaran 2026

Setibanya di lokasi, suasana kembali memanas. Sejumlah warga telah berkumpul dan berusaha mendekati korban.

Ros berusaha melindungi ayahnya dari potensi amukan massa. Beruntung, aparat dari Polsek Lekok segera tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.

Mus kemudian dibawa ke kantor polisi guna menghindari aksi yang lebih jauh.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, menyampaikan bahwa Mus dan Amsori sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan.

Akibat kejadian tersebut, Mus mengalami luka pada bagian lengan kanan dan kiri.

Baca Juga: 98.036 Guru Ikuti Tahap Akhir Sertifikasi Kemenag!

Namun berdasarkan hasil visum, luka tersebut bukan akibat penganiayaan, melainkan karena penyakit kulit yang dideritanya.

Kondisi tersebut membuat kulitnya mudah mengelupas jika terkena gesekan keras.

Selain luka fisik, rumah Mus mengalami kerusakan pada sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.

Baca Juga: Mangkir Lagi, Eks Menhub Budi Karya Bikin Penyidikan KPK Kasus DJKA Memanas

Sementara itu, Amsori mengakui tuduhan santet yang dilontarkannya didasarkan pada mimpi yang dialaminya saat sakit.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa isu santet masih menjadi persoalan sensitif di sejumlah daerah dan berpotensi memicu konflik sosial.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terbukti kebenarannya dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pihak berwenang.***