POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus siswa SMAN 1 Sinjai, Sulawsi Selatan (Sulsel) yang pukul guru di sekolah kian ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi lantaran Aiptu Rajamuddin selaku orang tua siswa dituding membiarkan anaknya melakukan aksi kekerasan tersebut.

Seperti yang diketahui, Wakil Kepala Sekola (Wakasek) SMAN 1 Sinjai, Mauluddin yang menjadi korban pemukulan anak polisi itu berakhir babak belur.

Baca Juga: Diluar Ekspektasi! Demo Ojol di DPR Ternyata Sepi Peserta, Komunitas Ojol Jakut Tolak Penurunan Komisi Jadi 10 Persen

Kendati demikian, tudingan terkait adanya pembiaran anak pukul guru itu justru dibantah oleh oknum polisi tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Sinjai Updates.

Dalam unggahannya, Raja menyampaikan bahwa tuduhan dirinya membiarkan anaknya aniaya guru tidaklah benar.

Baca Juga: Jangan Gagal Paham, Ini 7 Konsep Pembelajaran yang Sering Bikin Guru Tertukar

Sebab, personel Polres Sinjai ini mengaku sempat melerai aksi amoral anaknya yang pukul Wakasek SMAN 1 Sinjai.

“Kejadian itu spontan terjadi, di mana saat itu sedang berbincang dengan guru BK dan wali kelas,” jelasnya.

“Tiba-tiba Pak Mauluddin datang, anak saya spontan berdiri melakukan pemukulan, saat itu saya langsung berdiri dan melerai,” lanjutnya.

Baca Juga: Bupati Perintahkan Bongkar Proyek Yang Tidak Sesuai Spesifikasi, Nilai Total Kontrak Capai 4,6 Milyar Penyedianya CV Campaka Jaya

“Dan saya sempat memarahi anak saya. Iya, saya langsung melerai anak saya, saya langsung melerai,” imbuhnya.

Tentu, pengakuan Raja sontak menarik perhatian publik lantaran bertolak belakang dengan penjelasan pihak sekolah.

Seperti diketahui, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sinjai Muh Suardi sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada peleraian dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Skandal Mutasi Kepsek SMP Prabumulih: Sorotan Publik Meluas hingga KPK Usut Kekayaan Wali Kota Arlan

“Yang kami sesalkan sebenarnya di pihak sekolah, kenapa orang tuanya ini tidak lompat juga melerai. Hanya melakukan pembiaran," jelasnya.

"(Pemukulan) Berkali-kali. Bukan cuman satu kali. Andaikan satu kali, refleks, baru ini orang tua (harusnya) na beri juga, apalah terhadap anaknya di situ,” imbuhnya.

“Kan kita nda masalah, tapi ini kan pembiaran, seolah-olah diatur sebelumnya,” lanjut Kepsek SMAN 1 Sinjai. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov