POJOKSATU.id, JAKARTA-- Laporan terhadap Rocky Gerung di Bareskrim Polri ditolak. Namun di Polda Metro Jaya, laporan Relawan Indonesia Bersatu ini malah langsung diterima dan diteliti.

Laporan tesebut teregister dengan nomor LP/B/4459/VII/2023/POLDA METRO JAYA tertanggal 31 Juli 2023.

Kini kasus pegiat media sosial itu langsung diteliti oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Tak Izinkan Habib Rizieq Umrah, Pengacara HRS Makin Geli

"Sudah diterima ya laporannya. Masih diteliti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Selasa 1 Agustus 2023.

Sejumlah relawan Jokowi sebelumnya mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rocky Gerung karena diduga menghina Presiden Jokowi dalam sebuah video yang viral dalam sebuah acara diskusi.

Salah satunya dari Sekjen Barisan Rakyat Jokowi Presiden atau Bara JP dan Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani yang juga merupakan Ketua BP2MI, mewakili sejumlah kelompok relawan untuk melaporkan Rocky Gerung.

Baca Juga: Arie Kriting Dikritik Gegara Materi Stand Up Comedy Berjudul Ilmu Hitam, Indah Pematasari Bela Sang Suami

Sayangnya laporan mereka ditolak, hanya saja pengaduan mereka diterima oleh penyidik Bareskrim Polri.

Seperti diketahui, video Rocky Gerung viral di media sosial. Dalam video itu, Rocky Gerung menghujat habis-habisan Presiden Jokowi.

Rocky Gerung yang dikenal sebagai pegiat medsos yang kerap mengkritik peda pemerintah, bahkan dengan beberapa kalimat umpatan yang tak layak didengar publik dilontarkan Rocky.

Dalam video itu, dia juga menuding Jokpwi ke Cina hanya menawarkan Ibu Kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan.

Bahkan dalam potongan video itu, Rocky Gerung menilai Presiden Jokowi tetap akan tamak bila nantinya tidak menjabat lagi sebagai presiden.

"Kalau gak jadi Presiden nanti dia akan jadi rakyat biasa, tapi ambisi Jokowi akan mempertahankan legasinya. Dia pergi ke Cina untuk tawarkan IKN. Dia mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi lain untuk mencari kejelasan dirinya," kata Rocky Gerung.

"Dia cuma pikirkan nasibnya sendiri, gak memikirkan nasib kita (masyarakat indonesia dan buruh). Itu ba*****n yang tolol. Kalau dia ba*****n pintar, dia bakal berdebat dengan Jumhur Hidayat," kata Rocky lagi.***