POJOKSATU.ID - Jagat media sosial di Jambi mendadak ramai setelah beredar video singkat yang menampilkan seorang pejabat tengah menunduk menatap layar tablet saat rapat berlangsung.
Pejabat tersebut diketahui adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi, Adityo Wirapranatha.
Peristiwa itu terjadi saat rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H/2026 yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (16/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam video berdurasi sekitar 15 detik yang viral, Adityo terlihat fokus pada layar tablet saat gubernur sedang menyampaikan arahan.
Momen tersebut langsung memicu berbagai spekulasi dari warganet.
Banyak yang menuding Adityo tengah bermain game online di tengah forum resmi.
Menanggapi hal tersebut, Adityo akhirnya angkat bicara. Ia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa perangkat yang digunakannya bukan untuk bermain game.
Menurutnya, aplikasi yang sedang dibuka adalah aplikasi internal bernama SMO, yang digunakan untuk keperluan pekerjaan.
Baca Juga: Masjid Jami Pandulangan, Masjid Cagar Budaya Bersejarah di Hulu Sungai Utara
“Saya sumpahin diri saya mati di jalan kalau saya main game. Saya buka aplikasi SMO,” ujarnya tegas.
Ia juga menjelaskan kondisi dirinya saat itu memang sedang sangat kelelahan.
Adityo mengaku baru saja menyelesaikan tugas panjang mengawal operasional Satuan Pelayanan Gizi dan hanya sempat tidur sekitar dua jam.
Kondisi tersebut membuatnya tampak kurang fokus dan terlihat seperti tidak memperhatikan jalannya rapat.
Adityo pun menyampaikan permohonan maaf jika sikapnya saat itu dinilai kurang pantas.
Baca Juga: Sidak Pasar Angso Duo Jambi Jelang Lebaran Temukan Harga Pangan Stabil dan Kenaikan Terbatas
Ia mengaku tidak menyangka potongan video singkat tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa potongan video singkat di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan situasi yang sebenarnya.
Di balik sorotan publik, ada sisi lain yang kerap luput terlihat, termasuk kondisi fisik dan beban kerja yang dialami seseorang.***




