POJOKSATU.id – Di balik sorotan kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Indonesia, satu momen mencuri perhatian.

Raja menobatkan Prabowo Subianto dengan penghargaan tertinggi Kerajaan Yordania

The Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda.

Apa makna di balik gelar yang bukan sekadar simbol diplomasi?

Baca Juga: Ramalan Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Kebutuhan ASN Meningkat, Tapi Apa Saja Lokasi Utamanya?

 

Pengakuan Internasional yang Nyata

Rabu (14 November 2025) di Istana Merdeka.

Raja Abdullah II Hasyimiyah menyematkan medali kehormatan tersebut ke bahu Prabowo.

Gestur itu sekaligus diakhiri dengan jabat tangan.

Baca Juga: Cek Sekarang! Segini Besaran THR Natal 2025 dan Daftar ASN Yang Berhak Menerimanya

Serta pelukan menandakan rasa hormat dan persahabatan keduanya.

Menurut Sekretariat Presiden, penghargaan ini bukanlah sekadar formalitas kenegaraan.

Bejeweled Grand Cordon of Al Nahda adalah tingkatan paling tinggi dalam

Ordo Kebangkitan (“Order of the Renaissance”) Kerajaan Yordania.

Sebuah Pengakuan atas Peran Strategis

KSP menjelaskan, pemberian gelar mencerminkan pengakuan.

Raja Abdullah II atas kontribusi Prabowo dalam memperkuat hubungan bilateral.

Baca Juga: Pohon Tua Terabaikan di Ciputat, Ambruk Saat Cuaca Cerah, Bahaya di Jalan Pahlawan, Tanggung Jawab Siapa?

Fokusnya bukan cuma pada kerja sama ekonomi, tetapi juga stabilitas kawasan, kemanusiaan, dan isu pertahanan global.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut momen ini sebagai kebanggaan nasional.

Menurutnya, penghargaan itu mengukuhkan peran Indonesia di kancah politik internasional.

Baca Juga: Lulusan Baru Berharap Magang Jadi Gerbang Kerja, Tapi Faktanya Ada Hambatan Administratif di Magang Nasional Batch 2

Bukan hanya sebagai negara besar, tetapi jembatan strategis antarbangsa.

Sejarah Titik Temu Persahabatan Personal dan Politik

Hubungan Prabowo dan Yordania tak muncul tiba-tiba.

Baca Juga: Lulusan Baru Berharap Magang Jadi Gerbang Kerja, Tapi Faktanya Ada Hambatan Administratif di Magang Nasional Batch 2

Dalam pidatonya usai menerima gelar.

Prabowo mengingat kedekatannya dengan almarhum Raja Hussein bin Talal.

yang pernah menyambutnya lebih dari dua dekade lalu.

Kedekatan ini kemudian dibarengi dengan kerja sama formal

Indonesia dan Yordania telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1951

Dan kini memperluas kolaborasi di sektor kemanusiaan dan pelatihan militer.

Baca Juga: Kolaborasi Baktijaya, DKUM Depok, dan UI Permudah UMKM Dapatkan NIB dan Sertifikat Halal


Gelar Bergengsi, Nama-Nama Besar di Daftar Penerima

Penghargaan Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda bukan penghormatan sembarangan.

Menurut keterangan resmi, sebelumnya pernah disematkan kepada tokoh-tokoh terkemuka dunia.

Baca Juga: Targetkan Tiga Zero HIV AIDS 2030, Dinkes Depok dan KAKI Perkuat Tata Kelola Kolaboratif

Mulai dari anggota keluarga kerajaan, pemimpin negara, hingga figur internasional seperti Angela Merkel.

Secara hierarki, “Order of the Renaissance” sendiri adalah ordo kebangsawanan penting di Yordania.

Berada di bawah Ordo Al-Hussein bin Ali tetapi tetap sangat bergengsi.

 


Diplomasi yang Lebih Dekat Pesan untuk Indonesia

Penganugerahan ini melewati sekadar seremonial kenegaraan.

Momen ini juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang punya peran aktif dalam diplomasi kemanusiaan dan perdamaian.

Dengan penghargaan tingkat tinggi dari monarki Arab.

Prabowo dan Indonesia kini makin diperhitungkan dalam konstelasi geopolitik global.***