POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati menanggapi kebakaran di kawasan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara.
Dirut Pertamina menyebut kebakaran di Depo Pertamina Plumpang belum bisa dipastikan penyebabnya.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, menerangkan akan membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga, lembaga terkait dan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penyebab terjadinya kebakaran di Depo Plumpang, Jakarta Utara.
"Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang," ujar Nicke dalam siaran pers, Sabtu (4/3/2023).
Baca Juga :
Update Korban Depo Pertamina Plumpang, 15 Orang Dewasa Meninggal, 2 Anak-anak
Saat ini, kata dirinya bahwa pihaknya fokus menangani kejadian di Integrated Terminal Jakarta, PT Pertamina (Persero) prioritaskan pemadaman dan evakuasi warga di sekitar lokasi.
Nicke menyampaikan bahwa penanganan kejadian tersebut bekerja sama dengan pihak terkait. Pihaknya juga mengucapkan keprihatinan dan permohonan maaf atas kejadian itu sendiri.
"Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak," tutup Nicke.
Posko Koramil : Jumlah Korban Tewas 13 Orang
Posko kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Koramil 01/Koja mengoreksi data jumlah korban tewas.
Semula dicatat ada 17 orang, kini catatan itu dikoreksi. Jumlah terbaru adalah 13 orang tewas.
Pada papan tulis di posko Koramil Koja, terlihat data korban tewas menjadi 13 orang pada Sabtu (4/3/2023) dini hari. Data tersebut telah dimutahirkan petugas gabungan tim evakuasi.
Dari 13 orang korban itu, 3 di antaranya berstatus anak-anak. Korban tewas akibat insiden tersebut telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi. (adika/ikror/pojoksatu)




