POJOKSATU.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak diguncang perubahan besar setelah Direktur Utama Iman Rachman resmi mengundurkan diri di tengah kondisi pasar yang sedang tidak stabil.

Langkah mengejutkan itu memaksa manajemen BEI bergerak cepat menunjuk Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama.

Penunjukan ini terjadi dalam situasi yang serba mendesak.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Cara Cetak Kartu Ujian PPPK KemenHAM 2025 Lengkap dengan Jadwal Resminya

Sejak pekan lalu, IHSG terus bergejolak dan bahkan sempat memicu trading halt akibat tekanan jual yang tinggi.

Di tengah kepanikan pasar, BEI tidak bisa menunda pergantian pucuk pimpinan.

Jeffrey sudah aktif menjabat sejak Jumat lalu, begitu dikutip PojokSatu.id dari laporan DetikFinance, meski administrasi pengunduran diri Iman masih dalam proses.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Cara Cetak Kartu Ujian PPPK KemenHAM 2025 Lengkap dengan Jadwal Resminya

Langkah cepat ini bukan tanpa alasan, Jeffrey Hendrik kini memegang tugas besar.

Memimpin delegasi BEI dalam pertemuan strategis dengan MSCI, lembaga penyedia indeks global yang menjadi rujukan utama investor asing.

MSCI disebut tengah menyoroti isu free float dan tata kelola pasar modal Indonesia, dua poin yang ikut memicu tekanan pada IHSG.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Cara Cetak Kartu Ujian PPPK KemenHAM 2025 Lengkap dengan Jadwal Resminya

Situasi inilah yang membuat suksesi kepemimpinan dilakukan secepat mungkin.

Dikutip PojokSatu.id dari Kontan dan WartaEkonomi, manajemen BEI menegaskan pergantian mendadak ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasar.

Operasional bursa disebut tetap berjalan normal, sementara Jeffrey diharapkan bisa meredam gejolak sekaligus membangun kembali kepercayaan investor internasional.

Dengan berbagai tekanan yang menumpuk, publik kini menaruh sorotan besar pada langkah pertama Jeffrey sebagai Pjs Dirut BEI.

Pertemuan dengan MSCI akan menjadi ujian awal yang menentukan arah pasar modal Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.***