POJOKSATU.id, JAKARTA— RS Medistra Jakarta Selatan (Jaksel) buka suara terkait tudingan melakukan diskriminasi penggunaan hijab kepada calon tenaga kesehatan (nakes) atau calon dokter.
Direktur RS Medistra Jaksel, dr Agung Budisatria, menyampaikan permohonan maaf atas isu diskriminasi mengenai pembatasan penggunaan hijab atau jilbab yang dialami seorang calon dokter dalam proses rekrutmen.
Menurut dr Agung Budisatria, RS Medistra bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja sama dengan mereka.
"RS Medistra inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja sama untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat," kata dr Agung Budisatria, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: Kisah Terry Putri Jadi Pengantar Makanan di AS, Antar Pesanan Warga di Hutan hingga ke Kantor Polisi
Menurut Direktur, ke depan, mereka akan terus melakukan proses kontrol ketat terhadap proses rekrutmen ataupun komunikasi, sehingga pesan yang mereka sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak.
Sebelumnya, beberapa hari terakhir, beredar surat yang dilayangkan oleh Dr dr Diani Kartini SpB, subsp Onk(K), kepada manajemen RS Medistra Jakarta Selatan.
Surat ini viral di media sosial X atau Twitter sejak Minggu (1/9).
Baca Juga: Laju Ekonomi Jawa Barat Triwulan II 2024 Tumbuh 4,94 Persen
Isi surat tersebut, berisi dugaan pertanyaan dalam wawancara terhadap seorang calon tenaga medis atau dokter umum apakah bersedia membuka hijabnya jika diterima bekerja di rumah sakit Medistra Jaksel tersebut.
Kejadian ini menimpa kerabat dan asisten dr Diani Kartini yang mau masuk menjadi tenaga dokter umum di RS Medistra.
dr Diani Kartini sendiri yang selama ini bekerja di RS Medistra akhirnya memilih mengundurkan diri setelah kejadian ini.***




