POJOKSATU.ID- Pihak Kepolisian Resor Kota Manokwari, Papua Barat, mendalami kasus penembakan terhadap Direktur Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy.

Penembakan itu dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) saat korban keluar dari salah satu bank Himbara di kawasan Sanggeng Manokwari, Rabu, sekitar pukul 15.45 WIT.

Menurut Kepala Bagian Operasi Polresta Manokwari Komisaris Polisi Wisnu Prasetyo mengatakan, kepolisian terus mengumpulkan bukti guna mengungkap identitas pelaku sekaligus motif penembakan terhadap advokat senior tersebut.

Baca Juga: Elektabilitas Ahok Susul Anies di Pilgub Jakarta 2024, PKB Tetap Istiqomah Dukung Era Anies

"Kami tidak mau berspekulasi. Sekarang kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian perkara," kata Wisnu dikutip antara.

Kepolisian, kata dia, sudah mengecek kamera pengawas (closed circuit television/CCT) milik bank Himbara tersebut namun tidak terekam karena kameranya mengalami kerusakan.

Oleh sebabnya, kepolisian kembali mengumpulkan alat bukti kamera pengawas dari sekitar lokasi kejadian perkara sembari memeriksa keterangan saksi termasuk keluarga korban.

"Keluarga korban yang bersama-sama dalam mobil melihat ada satu kendaraan yang ikut korban saat ambil uang di ATM, tapi intinya kami harus dalami lagi," ucap dia.

Baca Juga: Warga Taman Palumbon Asri Karawang Keluhkan Tower Wi-Fi di Tengah Pemukiman

Dia menjelaskan bahwa korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Provinsi Papua Barat setelah menderita luka tembak di dada bagian kiri, dan proyektil sudah berhasil dikeluarkan.

Hasil identifikasi terhadap proyektil yang bersarang di tubuh korban, dapat disimpulkan bahwa pelaku menggunakan senapan angin saat melancarkan aksi penembakan kepada korban.

"Penyelidikan akan terus berjalan. Korban masih mendapat perawatan medis, peluru sudah dikeluarkan. Pihak keluarga korban juga sudah buat laporan," ucap Wisnu.

Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid mengutuk keras aksi teror dan penembakan terhadap advokat pembela hak asasi manusia dan perdamaian di Tanah Papua.

Baca Juga: Ajudan Wakapolres Sorong Tewas Gantung Diri di Rumah Dinas, Polisi Periksa HP Korban dan Bukti lainnya

Amnesty Internasional mendesak aparat kepolisian setempat untuk segera menangkap pelaku sekaligus mengungkap motif di balik penembakan Direktur LP3BH Manokwari.

“Penembakan itu adalah teror terhadap pribadi Yan dan kerja-kerjanya selama ini. Amnesty mendesak pihak berwenang segera mencari siapa pelakunya," Usman Hamid. ***