POJOKSATU.id, JAKARTA — Warga Desa Jogosatru Sukodono Sidoarjo berharap Masriah minta maaf ke keluarga Wiwik atas teror penyiraman air kencing dan tinja selama 6 tahun belakangan ini.

Martono (53) salah seorang warga desa di Jawa Timur ini mengatakan bahwa warga di desanya ikut merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga Wiwik akibat perbuatan Masriah.

Penyiraman air kencing dan tinja yang dilakukan Masriah, menurut Martono, merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

"Sebenarnya hukuman yang hanya 1 bulan itu tidak setimpal dengan perbuatannya,” katanya.

Perbuatan Masriah menyiram air kencing dan tinja ke rumah Wiwik sudah berlangsung selama 6 tahun atau sejak tahun 2017 lalu.

Baca Juga :

Pengakuan Masriah di Muka Hakim Bawa Tinja dan Air Kencing Sendiri ke Rumah Wiwik

Dengan dipenjaranya Masriah, warga di sana merasa bersyukur dan berdoa sekembalinya Masriah dari penjara, maka perilakunya akan berubah menjadi baik.

“Dengan tasyakuran ini emak-emak di desa ini berdoa agar Masriah keluar dari lapas menjadi sadar, dan minta maaf ke keluarga Ibu Wiwik," tegas Martono.

Sementara itu, Rafii (20) warga lainnya mengatakan, sebelum Masriah berulah, warga di desanya hidup tenteram. Dengan kejadian Masriah ini, menjadi tidak tenteram.

“Maka warga meminta agar Ibu Masriah diberikan sanksi seberat mungkin," kata Raffi, Sabtu (4/6).

“Semoga setelah keluar dari Lapas bisa berubah perilaku," imbuh Raffi lagi.

Nurul Masruroh (41) warga lainnya menyebut warga bersedia memaafkan Masriah jika dia menyatakan insaf atau sadar.

"Dengan kegiatan tasyakuran ini semoga Ibu Masriah bisa berubah dan mau bergaul dengan lingkungan,” jelasnya.

“Awalnya para emak-emak di desa ini geram dengan ulahnya Masriah," kata Nurul Masruroh.(ikror/pojoksatu)