POJOKSATU.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati memastikan tidak ada korban meninggal dunia saat aksi demonstrasi Rabu (13/08) di depan Kantor Bupati berlangsung.

 

Dari total 64 korban yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas, semuanya dinyatakan dalam kondisi aman. Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Baca Juga: Sosok Letda Inf Thariq Singajuru, Perwira TNI Diduga Ikut Siksa Prada Lucky Hingga Tewas Lulusan Akmil 2021

"Dari 2 rumah sakit dan puskesmas yang kami koordinasikan bahwa korban luka ringan maupun luka berat yang dirawat sejumlah 57 orang dan tidak ada korban yang meninggal dunia," ujar Plt Kepala Dinkes Pati, Luky Paratugas Narimo.


Luky berharap, masyarakat lebih selektif dalam mencari informasi, khususnya informasi-informasi yang beredar di media sosial.

"Saya harap masyarakat untuk tidak percaya begitu saja informasi yang beredar belum jelas kebenarannya," dikutip rmoljateng.

Terpisah, data korban dari Polresta Pati yang dirawat di RSU Soewondo Pati terdiri dari 5 warga sipil dan 2 anggota Polri.

Baca Juga: BYD M6 Tetap Jadi Bintang, MPV Listrik Pertama di Indonesia dengan Fitur Keselamatan Lengkap

Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes Pol drg. Agustinus, menyampaikan bahwa kondisi korban secara umum membaik setelah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

“Kelima pasien dari masyarakat saat ini dalam kondisi sadar dan menunjukkan tanda-tanda perbaikan kesehatan setelah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Dari 5 warga yang dirawat, seluruhnya menderita sesak napas akibat efek gas air mata. Sementara, Kapolsek Pati Kota Heru Purnomo, mengalami luka bocor di kepala akibat lemparan batu dan masih menjalani rawat inap dalam kondisi sadar namun mengeluh pusing.

“Kami memastikan penanganan medis diberikan maksimal, baik kepada masyarakat maupun anggota Polri yang menjadi korban. Tidak ada perbedaan perlakuan, semua mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan medisnya,” tegas Agustinus.

Baca Juga: DPR Sesalkan Keterlibatan Perwira TNI dalam Kasus Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo

Ada pun korban lainnya yakni dari pihak Polri, Galih Dega Pramudya. Korban masih menjalani observasi di IGD akibat luka robek di paha kanan.

“Kondisinya sadar, namun tim medis masih melakukan pemantauan ketat di IGD untuk memastikan luka tersebut tidak menimbulkan komplikasi,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan pendapat.

"Keselamatan semua pihak adalah prioritas utama. Mari kita jaga situasi agar tetap aman dan damai,” pungkasnya.***