POJOKSATU.ID - Insiden kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/2) dini hari.
Pagar rumah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, dilaporkan ditabrak sebuah mobil sekitar pukul 03.30 WIB.
Kejadian tersebut melibatkan kendaraan jenis Hyundai Santa Fe yang dikemudikan pria berinisial HP (35). Peristiwa itu telah dibenarkan oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Murodih, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
Akibatnya, sopir diduga kehilangan kendali hingga kendaraan menabrak pagar rumah.
Menurut keterangan polisi, saat kejadian pengemudi sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di wilayah Jagakarsa.
Kondisi jalan yang relatif sepi pada dini hari diduga membuat pengemudi kurang waspada.
“Diduga sopir mengantuk sehingga kendaraan kehilangan kendali dan menabrak pagar,” ujar AKP Murodih dalam keterangannya, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.
Akibat insiden tersebut, pagar rumah mengalami kerusakan. Namun, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan unsur lain yang mencurigakan dalam kejadian tersebut.
Saat ini, kasus masih dalam penanganan aparat untuk pendalaman lebih lanjut.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa rencananya akan dilakukan mediasi antara pengemudi dan pihak keluarga Jusuf Kalla guna menyelesaikan persoalan ganti rugi secara kekeluargaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara agar memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum berkendara, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari.
Rasa kantuk saat mengemudi dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena menurunnya konsentrasi dan refleks.
Kawasan Kebayoran Baru sendiri dikenal sebagai area permukiman elit di Jakarta Selatan.
Meski relatif tenang, kecelakaan tetap dapat terjadi apabila pengemudi tidak dalam kondisi fit.
Hingga kini, situasi di lokasi telah kembali kondusif. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri berkendara apabila merasa lelah atau mengantuk.***




