POJOKSATU.ID - PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin menanggapi santai pelaporan dirinya ke Ombudsman Jabar oleh relawan Anies Baswedan, Change Indonesia.
Relawan Anies Baswedan melaporkan PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin terkait pembatalan mendadak kegiatan Anies di Gedung Indonesia Menggugat atau GIM di Bandung.
PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin dilaporkan karena ketidakpuasan pelayanan administrasi.
Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Prancis Kualifikasi Euro 2024, Tim Ini Favorit Menang
"Silahkan saja, itu memang jalurnya melalui Ombudsman," ucap Bey Machmudin, usai mendampingi Presiden Jokowi di Kabupaten Indramayu, Jumat 13 Oktober 2023.
Bey juga menyatakan dirinya siap memberikan penjelasan kepada Ombudsman terkait pencabutan izin acara diskusi di GIM yang dihadiri Anies Baswedan itu.
"Nanti kami akan jelaskan ke Ombudsman. Jadi memang hal seperti itu yang dilakukan oleh masyarakat jika merasa ada pelayanan maladministrasi," kata dia.
Baca Juga: Pemkot Bandung Geram, Pria Curi Lampu Penerangan di Teras Cihampelas, Pelaku Punya Penyakit
Untuk diketahui, acara diskusi di GIM yang dihadiri Anies Baswedan itu digelar pada 7 Oktober 2023 lalu.
Akan tetapi satu jam sebelum kegiatan, tiba-tiba ada pembatalan izin dari pengelola GIM dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.
Selain Bey Machmudin, relawan Anies Baswedan, Change Indonesia juga melaporkan sejumlah nama lainnya.
Baca Juga: Tolak Gibran Jadi Cawapres, Relawan Garis Keras Jokowi : Terlalu Muda dan Hindari Politik Dinasti
Diantarnya Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar sampai Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Pemprov Jabar Ary Heriyanto.
Akibat pembatalan mendadak itu, acara diskusi akhirnya hanya digelar di halaman GIM Kota Bandung.
Presidium Change Indonesia, Eko Arif Nugroho, mengatakan, laporan dilayangkan karena diduga ada perbuatan diskriminatif dan maladministrasi.
Maladministrasi dimaksud Eko, terlihat dari pembatalan pemberian izin yang dilakukan melalui surat resmi tapi hanya melalui WhatsApp.
Selain itu, Pemprov Jabar juga diduga telah melakukan tindakan diskriminatif.
Sebab, selain kegiatan diskusi Anies Baswedan di GIM, ada kegiatan politik lain di Kota Bandung yang menggunakan fasilitas pemerintah.
Diketahui, Ketua Umum PSI Kaesang Pangerep sempat mengadakan kegiatan di Sport Jabar.***



