POJOKSATU.id — Dinamika aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tidak hanya diwarnai penyampaian aspirasi.
Persoalan keamanan juga sempat menjadi perhatian ketika seseorang yang diduga terlibat pencurian dikerumuni dan dibawa oleh sejumlah massa.
Berdasarkan pantauan langsung POJOKSATU.id di lokasi, seseorang tersebut terlihat berada di tengah kerumunan massa sebelum kemudian dibawa melewati area aksi.
Sejumlah orang tampak mengerumuni dan mengikuti pergerakannya. Situasi tersebut sempat menarik perhatian peserta aksi yang berada di sekitar lokasi.
Orang yang diduga terlibat pencurian itu kemudian diamankan sehingga situasi tidak berlangsung lebih jauh.
Baca Juga: Penutupan Jalan Sekitar DPR-MPR, Ini Daftar Rute Transjakarta yang Terdampak
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti identitas orang tersebut maupun kronologi lengkap mengenai dugaan pencurian yang dituduhkan kepadanya.
POJOKSATU.id juga belum memperoleh keterangan resmi yang memastikan bahwa orang tersebut merupakan pelaku pencurian. Karena itu, statusnya tetap disebut sebagai terduga sampai terdapat keterangan dari pihak berwenang.
Bukan Kali Pertama Dugaan Copet Muncul di Tengah Aksi
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena dugaan pencurian sebelumnya juga muncul dalam rangkaian aksi demonstrasi 27 Agustus 2026.
Di tengah kepadatan massa yang berada di kawasan DPR/MPR RI, aparat sebelumnya dilaporkan mengamankan seseorang yang diduga melakukan pencopetan.
Kondisi lokasi yang dipadati massa dari berbagai kelompok memang membuat persoalan keamanan barang bawaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Di Tengah Demo 27 Agustus, Warga Pilih Bersihkan Sampah yang Berserakan di Depan Gedung DPR
Bukan hanya peserta aksi, masyarakat yang berada di sekitar kawasan demonstrasi juga berpotensi menjadi sasaran apabila lengah menjaga barang pribadi.
Fenomena tersebut menjadi sisi lain dari aksi demonstrasi yang sejak pagi diwarnai berbagai dinamika.
Massa Diimbau Tak Main Hakim Sendiri
Munculnya dugaan pencurian di tengah kerumunan juga membawa persoalan lain, yakni bagaimana massa menyikapi orang yang dicurigai melakukan tindak pidana.
Dalam kejadian yang dipantau POJOKSATU.id, seseorang yang diduga terlibat pencurian sempat dikerumuni dan dibawa oleh sejumlah orang sebelum akhirnya diamankan.
Tindakan tersebut perlu dibedakan dengan proses hukum. Seseorang yang baru diduga melakukan pencurian belum dapat dinyatakan bersalah sebelum terdapat proses pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Didesak Massa, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember
Karena itu, masyarakat di lokasi aksi tetap diharapkan menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat keamanan.
Selain menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi, peserta aksi juga memiliki kepentingan untuk memastikan demonstrasi tidak berubah menjadi ruang terjadinya tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.
Demo Berlangsung dengan Dinamika Beragam
Aksi 27 Agustus 2026 sendiri diikuti berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat dengan agenda serta tuntutan masing-masing.
Sebelumnya, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah membubarkan diri setelah memperoleh respons dari pimpinan DPR terkait tuntutan mereka, termasuk mengenai RUU Perampasan Aset.
Setelah massa Pati meninggalkan kawasan tersebut, kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya kemudian bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI.
Baca Juga: Massa AMPB Mundur, Botok Pati Bocorkan Hasil Pertemuan dengan Pimpinan DPR
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyebut jumlah mahasiswa yang bergerak menuju kawasan DPR diperkirakan mencapai 200 hingga 250 orang.
“Untuk massa lebih kurang bergeser antara 200 sampai dengan 250 mahasiswa,” ujar Budi.
Polisi juga memastikan pengamanan dilakukan untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi.
“Kami akan kawal secara bersama agar aspirasi ini dapat tersampaikan dengan baik, aman, damai, dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” lanjutnya.
Di tengah konsentrasi massa yang terus berubah, persoalan keamanan seperti dugaan pencopetan menjadi salah satu dinamika yang turut terjadi di lapangan.
Baca Juga: Ojol Turun ke Jalan di Flyover Gatot Subroto: 'Kami Bukan dari Pati, tapi Bersatu untuk Masyarakat'
Sementara itu, sisi lain dari aksi juga terlihat ketika sejumlah warga memilih memunguti sampah yang berserakan di sekitar kawasan demonstrasi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di ruang publik selama demonstrasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian aspirasi, tetapi juga keamanan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan kondisi massa yang masih bergerak dan situasi yang dinamis, peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap menjaga barang bawaan, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat.



