POJOKSATU.ID - Puluhan hingga ratusan anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat (27/2/2026) dini hari.
Insiden tersebut terjadi setelah anak-anak mengonsumsi bakso dari menu MBG yang dibagikan di meunasah gampong setempat usai salat magrib.
Beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, para anak mulai menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.
Mursyidah, warga Keude Tambue sekaligus orang tua salah satu korban, mengungkapkan bahwa gejala mulai muncul sekitar pukul 22.00 WIB.
“Anak saya mulai muntah-muntah. Awalnya saya kira biasa, jadi saya bawa ke tempat praktik terdekat untuk membeli obat. Tapi muntahnya tidak berhenti,” ujarnya, dikutip dari instagram @jpradarkudus.
Karena kondisi anaknya tak kunjung membaik, ia memutuskan membawa sang anak ke Puskesmas Simpang Mamplam.
Di sana, ia mendapati banyak anak lain mengalami keluhan serupa.
“Saat sampai di puskesmas, saya lihat sudah banyak anak-anak dengan gejala yang sama, muntah dan lemas,” tuturnya.
Menurut informasi yang beredar di lokasi, anak-anak yang tidak mengonsumsi bakso tersebut tidak mengalami gejala serupa.
Baca Juga: Gaji dan THR Lebih Besar, Outsourcing Kian Diminati, PPPK Downgrade Terancam Eksodus
Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa sumber masalah berasal dari makanan yang dibagikan.
Petugas medis di Puskesmas Simpang Mamplam langsung melakukan penanganan terhadap para pasien.
Sejumlah anak mendapatkan perawatan intensif untuk mencegah dehidrasi akibat muntah berulang.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan sampel makanan maupun penyebab pasti insiden tersebut.
Pihak terkait disebut tengah melakukan pendataan jumlah korban serta pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber dugaan keracunan.
Peristiwa ini membuat warga setempat cemas, terutama orang tua yang anaknya turut menyantap makanan tersebut.
Mereka berharap ada penjelasan resmi dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus dugaan keracunan massal ini pun menjadi perhatian serius di tingkat kecamatan.
Aparat dan instansi kesehatan diharapkan segera memberikan kepastian hasil investigasi demi menenangkan masyarakat.
Sementara itu, kondisi para anak dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Orang tua korban masih menunggu perkembangan terbaru dari pihak berwenang terkait penyebab pasti insiden tersebut.***




