POJOKSATU.id, JAKARTA—Kasus penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih terus bergulir di Polda Metro Jaya. Jumlah tersangka sudah belasan orang.

Dalam tayangan You Tube @Forum Keadilan TV, Kamis (4/9/2025), ternyata Kacab BRI Mohamad Ilham Pradipta diculik usai salat Zuhur di Lotte Mart Pasar Minggu.

Kuasa hukum dari komplotan penculik berani blak-blakan di acara podcast Madilog Forum Keadilan TV dengan judul Almarhum Kacab BRI : Kalian Salah Tangkap Orang.

Baca Juga: Transjakarta Seruduk Kios di Jalan Minangkabau, Akibatnya Karyawan Toko Luka Parah

Moderator podcast ini adalah Reza Indragiri Amril, pakar psikologi forensik. Dan narasumber di podcast ini yaitu Honing Sanny SP SH MH, kuasa hukum dari sebagian tersangka komplotan penculikan.

Dia pengacara dari tersangka YRS, AT, dan EWB.

Sementara tersangka EW atau Eras belum termasuk kliennya dalam kasus ini. EW dalam hal ini memiliki kuasa hukum Adrianus Agal. Salah satu tersangka RA juga memiliki kuasa hukum sendiri.

“Ketika dibekap di parkiran itu, bilang ada salam dari instusi besar di republik ini,” kata Honing Sanny menirukan percapakan salah satu tersangka EW dengan oknum aparat inisial F saat pertemuan mengenai rencana penculikan seperti dilihat Sabtu (6/9).

Baca Juga: Pemilihan Pimpinan PKS Daerah Secara Demokratis Sukses Tanpa Ekses, Politisi SDM Berkualitas Ditunjang Intelektualitas

Menurut Honing, komplotan penculik tidak tahu siapa yang akan mereka culik. Mereka diarahkan melalui telepon dari seseorang ketika akan melakukan penculikan.

Semua dilakukan tertutup, koordinator inisial EW melakukan komunikasi dengan oknum aparat inisial F.

“Saya kemudian mencoba melihat real time-nya, ternyata dari informasi yang saya dapat. Dari jam dua sampai setengah lima, yang bersangkutan, target, di sana ada rapat. Kemudian dia (korban) keluar ke parkiran itu 14.49, saya dapat informasi juga, setelah dia salat. Dari situ kemudian dia dibekap, ” ungkap Honing Sanny di poddcast itu.

Honing juga memaparkan bahwa korban ditempatkan di jok tengah, diapit oleh tersangka AT dan YRS.

“Di dalam mobil ya dilakban untuk tidak ngomong. Yang bersangkutan sempat ngomong kalian salah nangkap orang. Tapi ya karena ordernya begitu ya dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga: Banyak Musisi Batal Tampil Gegara PT Freeport Indonesia jadi Sponsor, Panitia Pestapora 2025 Minta Maaf dan Akui Lalai

Honing juga menyebut kliennya tidak ada melakukan pemukulan kepada korban selama di dalam mobil hitam milik kelompok penculikan.

Namun ada tiga mobil membuntuti mereka usai keluar dari Lotte Mart Pasar Minggu.

“Mereka semakin yakin mereka diintai melakukan penculikan itu, tiga mobil mengikuti mereka ketika ke luar dari pertokoan (Lotte Mart),” kata Honing.

Dan ketika sampai di Kemayoran, sudah ada tiga mobil yang menunggu mereka. Mobilnya jenis Fortuner.

“Saya bayangkan di dalam mobil ada komunikasi intens ya antara EW dengan pihak-pihak lain,” kata Reza.

“Dari frekuensi komunikasi, kita bisa menebak siapa yang intens menelpon. Tapi biarkan saja biar dibuka nanti di persidangan,” kata Honing ke Reza.

Korban juga sempat teriak saat turun dari mobil setibanya di Kemayoran. Disebabkan tangan korban saat itu belum diikat, lalu EW menemukan tali rapia di sekitar lokasi dan mengikat tangan korban.

“Kemudian berpindah tangan. Selesai tugas mereka. Lalu mereka pulang, ” kata Honing lagi.

“Berapa orang yang ditemui penculik ini di Kemayoran. Apakah ini mereka?” tanya Reza lagi seraya memperlihatkan foto empat aktor intelektual kasus ini yaitu Dwi Hartono dan kawan-kawan.

“Mereka gak kenal. Karena semua pakai penutup muka,” kata Honing.

“Semua orang yang ditemui di Kemayoran yang menerima penyerahan korban, itu semua memakai penutup muka,” tanya Reza sekali lagi.

“Mereka tidak kenal sama sekali. Setelah taruh ya tugasnya sudah selesai. Diambil. Seperti pindahkan barang saja,” jawab Honing.

Setelah itu, mereka diarahkan oleh oknum aparat F ke Rawamangun atau RCC Cempaka Putih. Sampai di sana, oknum F lalu menyerahkan uang Rp40 juta dari Rp 60 juta yang dijanjikan.

Honing juga menegaskan tugas Honing Sanny dan kawan-kawan adalah memastikan tiga klien dia mendapat hukum seadil-adilnya dalam kasus ini.

Honing Sanny dan temannya juga tanggung renteng dan probono dalam kasus ini.

Saat podcast ini tayang pada 4 September 2025, Honing juga menyebut komplotan ini melakukan penculikan karena ada permintaan oknum aparat F, EW lalu mengajak teman-temannya untuk melakukan penculikan Kacab BRI Cempaka Putih.***