POJOKSATU.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sempat mencairkan suasana ketika menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11/2025).
Di tengah ketegangan pembahasan ihwal penerimaan negara yang masih jauh dari target, Purbaya melempar candaan bahwa dirinya siap menaikkan pajak khusus untuk anggota DPR.
Ucapan itu muncul setelah beberapa anggota dewan menekan Purbaya dengan pertanyaan bernada kritis terkait rendahnya capaian penerimaan pajak tahun berjalan.
Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Siap! Magang Nasional Batch 3 Jadi Gerbang Karier Profesional
Sebagian anggota meminta penjelasan konkret mengenai strategi Kementerian Keuangan menutup defisit penerimaan.
Apalagi melihat tren ekonomi yang menurut mereka belum menunjukkan pemulihan signifikan.
Ketika kembali mendapat pertanyaan yang sama dari salah satu anggota DPR, Purbaya menjawab dengan ekspresi santai, namun jelas terdengar serius.
Baca Juga: Peringatan Penting! PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dibuka dan Peserta Harus Segera Konfirmasi
“Kalau begini terus, ya terpaksa kami naikan pajak untuk anggota DPR dulu,” ujarnya disambut gelak tawa sejumlah anggota dewan lain yang hadir di ruang raker.
Meskipun disampaikan sambil bercanda, komentar itu langsung mencuri perhatian karena konteksnya yang sensitif di tengah perdebatan soal tekanan fiskal negara.
Setelah tawa mereda, Purbaya melanjutkan penjelasannya dengan lebih serius.
Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Siap! Magang Nasional Batch 3 Jadi Gerbang Karier Profesional
Ia mengakui bahwa hingga Oktober 2025, penerimaan pajak baru mencapai Rp1.459 triliun atau sekitar 70,2 persen dari outlook sebesar Rp2.076,9 triliun.
Pencapaian itu, kata dia, belum sesuai harapan pemerintah dan menunjukkan bahwa kondisi perekonomian memang tidak dapat dianggap berjalan normal.
Menurutnya, pelemahan aktivitas ekonomi global dan domestik masih menjadi faktor utama yang menggerus basis pajak.
Sektor manufaktur belum pulih penuh, perdagangan melambat, dan konsumsi masyarakat cenderung menahan diri.
Perubahan perilaku belanja dan meningkatnya impor digital dari luar negeri juga membuat sebagian potensi penerimaan bergeser, bahkan hilang.
Baca Juga: Sertifikat Pendidik dari PPG Calon Guru, Tiket Langsung ke PPPK Tanpa Ribet!
Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang mencoba berbagai cara agar penerimaan tetap bisa dikejar tanpa membuat masyarakat semakin terbebani.
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil langkah-langkah ekstrem yang bisa menambah tekanan ekonomi, seperti menaikkan tarif pajak secara besar-besaran.
Menurutnya, strategi yang ditempuh justru lebih banyak diarahkan pada perbaikan sistem administrasi, digitalisasi, dan perluasan basis pajak secara bertahap melalui pendataan ulang wajib pajak.
Baca Juga: Cara Konfirmasi Undangan PPG Guru Tertentu Tahap 5 di SIMPKB
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa ruang fiskal pemerintah semakin menyempit.
Belanja negara terus meningkat, terutama untuk kebutuhan perlindungan sosial dan sektor vital lainnya.
Sementara itu, ruang untuk menekan belanja dinilai terbatas karena sebagian besar pos sudah bersifat wajib. Kondisi inilah yang membuat tekanan terhadap penerimaan semakin disorot.
Baca Juga: PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dimulai, Batas Konfirmasi SIMPKB Cuma sampai 28 November!
Di sisi lain, beberapa anggota DPR mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu mengandalkan pajak sebagai satu-satunya sumber pendapatan.
Mereka mendorong upaya optimalisasi penerimaan non-pajak, termasuk dari sektor sumber daya alam dan dividen BUMN yang dinilai masih menyisakan banyak potensi.
Menjawab hal itu, Purbaya mengatakan pemerintah memang sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menggenjot penerimaan non-pajak.
Namun, ia menegaskan bahwa pajak tetap menjadi tulang punggung keuangan negara sehingga fokus utama tetap diarahkan ke sana. “Kita harus realistis.
Tidak ada negara maju yang bisa berjalan tanpa basis pajak yang kuat,” ujarnya.
Meski dinamika raker berlangsung panas, candaan Purbaya soal pajak anggota DPR menjadi penyejuk yang sejenak meredakan ketegangan.
Baca Juga: Cara Konfirmasi Undangan PPG Guru Tertentu Tahap 5 di SIMPKB
Namun, pernyataan itu tetap menyimpan pesan tersirat bahwa situasi penerimaan negara memang sedang tidak ringan.
Pada akhir rapat, Purbaya kembali menegaskan komitmennya untuk mengejar target akhir tahun semaksimal mungkin.
Ia meminta dukungan politik dari DPR agar kebijakan fiskal yang sedang disiapkan pemerintah bisa berjalan tanpa hambatan.***




