POJOKSATU.ID - Video viral yang memperlihatkan perdebatan antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan seorang remaja perempuan terkait perayaan wisuda sekolah tengah menjadi sorotan publik.

Terbaru, beredar isu jika perdebatan antara Dedi Mulyadi dengan remaja berinisial AC itu merupakan sebuah rekayasa atau settingan.

Dedi Mulyadi pun angkat bicara. Gubernur Jawa Barat itu mengatakan jika argumentasi remaja itu seolah menganggap kondisi ekonomi keluarganya setara dengan yang lain, padahal belum tentu.

Baca Juga: Hasil PSU Pilbup Bengkulu Selatan Dinilai Curang, Paslon 02 Layangkan Gugatan ke MK

"Pendapatnya bukan hanya dirinya sendiri, orang tuanya boleh wisuda, orang tuanya boleh perpisahan," ungkap Dedi kepada awak media di Pusdai, Bandung, Jabar, dikutip Selasa (29/4/2025).

Menurut Dedi Mulyadi, keluarga lain belum tentu semampu dirinya.

"Dia (AC) bilang 'cuman Rp1 juta doang', itu bagi keluarga mereka. Tapi keluarga yang lain itu sangat berat," sambungnya.

Baca Juga: Skandal Meja Kursi SD di Lebak: Orang Tua Beli Meja Kursi Sendiri, Penggunaan Dana BOS Disorot

Saat disinggung terkait perdebatan antara sang Gubernur Jabar dengan remaja itu, Dedi mengklaim dirinya tak tahu, seraya menyoroti keikhlasan sang remaja.

"Saya tidak tahu, saya menganggap anak itu ikhlas," tegas Dedi.

Sebelumnya diketahui, Dedi bertemu dengan remaja AC di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jabar pada 26 April 2025.

Baca Juga: Asyiknya Belajar IPA kelas 7 BAB 2 Klasifikasi Makhluk Hidup, Bongkar Rahasia Keanekaragaman Hayati Biar Makin Seru

Dedi mengingatkan agar AC lebih objektif dalam menyampaikan kritiknya terkait kebijakan penghapusan wisuda bagi sekolah di Jabar.

"Terima kasih sudah kritik saya. Kenapa kritik di-bully, karena orang lagi susah-susah cari duit, gak mampu bayar wisuda, perpisahan, ini teriak-teriak pengen wisuda," tutur Dedi sebagaimana dilansir dari unggahan Instagram @dedimulyadi71 yang tayang pada Minggu, 27 April 2025.

Baca Juga: ASN Jakarta Harus Selfie untuk Laporan Dalam Aturan Wajib Naik Transportasi Umum di Hari Rabu!

Kemudian, perdebatan pun terjadi antara Dedi dan AC terkait kebijakan penghapusan perayaan wisuda bagi siswa sekolah di Jabar.

"Kalau tanpa perpisahan, emang kehilangan kenangan? Kenangan bukan pada saat perpisahan, tapi kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun," ujar Dedi.

Baca Juga: Fakta Mencengangkan dari Survei KPK: Sepertiga Pendidik di Indonesia Ternyata Memandang Lumrah Pemberian Hadiah dari Murid

"Nggak juga sih, Pak. saya ngerasa udah lulus. Kalau nggak ada perpisahan, kita tuh nggak bisa ngumpul bareng atau ngerasin interaktif sama teman gitu," timpal AC saat itu.***