POJOKSATU.id, ACEH— TNI dan Polri diminta bersikap persuasif dalam menyikapi pengibaran bendera bulan bintang yang dilakukan warga di tengah bencana banjir di Aceh saat ini.
Menurut anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma, pengibaran ini merupakan akumulasi kekecewaan warga atas penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh saat ini.
Haji Uma menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, pendekatan represif justru berpotensi memperkeruh suasana di tengah kondisi warga yang sedang dilanda musibah.
Baca Juga: Terungkap! 27 Perusahaan Diduga Picu Banjir Bandang di Sumatera, Jaksa Agung Buka Fakta Mengejutkan
"Kita berharap aparat keamanan dapat melihat konteks ini secara lebih luas. Ini adalah aksi kemanusiaan dan pengibaran bendera itu hanya artikulasi kekecewaan masyarakat, jangan di asosiasikan sebagai bentuk perlawanan dan semacamnya,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).
Haji Uma juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk tetap fokus pada solidaritas sosial dalam penanganan bencana.
Ia berharap polemik mengenai bendera tidak menghambat semangat gotong-royong yang tengah terbangun kuat untuk membantu para korban banjir.
"Mari kita tunjukkan bahwa fokus utama kita adalah keselamatan nyawa dan meringankan beban saudara-saudara kita,” tegasnya.
Baca Juga: Komite Peralihan Aceh Sebut Pengibaran Bendera Bulan Bintang Imbas Kekecewaan Penanganan Bencana
“Saya yakin dengan komunikasi yang baik, semua kesalahpahaman di lapangan bisa diselesaikan tanpa kekerasan," ujarnya lagi.
Refresif Lukai Warga
Haji Uma menilai tindakan represif aparat tidak hanya melukai perasaan masyarakat yang tengah berduka, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap upaya penanganan bencana yang sedang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.
Ditambahkan Haji Uma, jangan sampai pendekatan keamanan yang terlalu kaku dan represif justru akan melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir di Aceh.
Karena itu, Haji Uma meminta agar aparat keamanan, terutama TNI agar lebih mengedepankan upaya persuasif atas aksi masyarakat sipil terkait bendera Bulan Bintang.
Dia juga menekankan, upaya bagi kemanusiaan menjadi prioritas utama dan fokus semua pihak seharusnya tertuju pada distribusi bantuan dan pemulihan kondisi warga yang masih terisolasi atau kehilangan tempat tinggal di wilayah yang terdampak.
"Kita meminta agar pendekatan persuasif, dialogis dan edukatif lebih dikedepankan terhadap adanya simbol-simbol sensitif tanpa perlu tindakan represif berlebihan,” jelasnya.
“Karena suasana yang kondusif sangat dibutuhkan sehingga bantuan bagi korban dapat tersalurkan dengan lancar dimasa tanggap darurat serta masa rehabilitasi/rekonstruksi kedepannya," kata Haji Uma.***




