POJOKSATU.id, JAKARTA— Seribuan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta yang berusaha menuju ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) dijegal aparat TNI Polri di Dukuh Atas.
Mahasiswa pun pada akhirnya berusaha menjebol barikade aparat ini menggunakan rombongan mobil di Jalan MH Thamrin. Belum diketahui hasilnya.
Tidak saja dari arah Dukuh Atas, mahasiswa juga diadang dari arah yang lain termasuk dari Senayan menuju Bundaran HI.
Pantauan wartawan sekira pukul 17.00 WIB, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat TNI Polri di Jalan MH Thamrin.
Lalu terlihat ada sekitar lima mobil pribadi beriringan ingin menjebol barikade aparat polisi ini.
Baca Juga: Pilih Longmarch, Aksi Demo BEM UI 12 Juni 2026 Dijegal TNI Polri Menuju Bundaran HI
Sempat terjadi ketegangan ketika barisan mahasiswa berusaha menjebol barikade aparat dengan mobil.
Dialog panas antara polisi dan mahasiswa pun terlihat soal barikade ini.
Pantauan wartawan, di lapisan pertama aparat yang menghadang terdiri dari polisi, lalu di lapisan kedua ada barisan TNI yang terdiri dari beberapa lapisan atau barisan.
Lalu sesudahnya ada lagi barisan polisi lagi yang melakukan pengadangan ke rombongan ratusan atau seribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta ini.
Baca Juga: Mahasiswa UI Kecewa Usai Truk di Hadang di Semanggi, Aksi Tetap Lanjut Meski Jalan Kaki
Dalam demonstrasi 12 Juni 2026 ini, mahasiswa membawa lima tuntutan kepada pemerintah, yaitu:
1. Stop atau hentikan pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Pemerintah Prabowo-Gibran diminta mengakui kesalahan dan tidak menghindari kritik publik.
Sebelumnya, Ketua BEM UI, Yatalhatof Masum Imawan, dalam siaran Sapa Indonesia Pagi Kompastv, Jumat (12/6) mengatakan, tujuan mereka melakukan aksi di Bundaran HI untuk menyadarkan masyarakat sekaligus menarik perhatian pemerintah.
BEM UI menganggap DPR dan Eksekutif saat ini sudah sejalan dalam berbagai program, terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami melakukan aksi di Bundaran HI untuk menyadarkan rakyat banyak. Kami menganggap tidak ada pengawasan DPR yang ketat,” ujarnya.
"Kami menganggap eksekutif dan legislatif sudah menjadi satu bagian yang menyengsarakan rakyat," tegasnya lagi.***




