POJOKSATU.ID - Venezuela kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan ke Caracas, ibu kota negara tersebut, dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas itu, terungkap bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki aset lapangan minyak di Venezuela.

Aset migas milik Pertamina tersebut dikelola melalui perusahaan Maurel & Prom (M&P), yang sebagian besar sahamnya dikuasai oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Baca Juga: Mengembalikan DNA Penguasa Maritim Dunia

Berdasarkan data resmi, PIEP tercatat memiliki 71,09 persen saham di Maurel & Prom, perusahaan energi internasional yang beroperasi di sejumlah negara, termasuk Venezuela.

Mengutip keterangan dari situs resmi PIEP, Maurel & Prom mengelola beberapa lapangan minyak strategis di Venezuela.

Salah satunya adalah Petroregional atau Blok Urdaneta West. Pada blok ini, M&P memegang 50 persen saham dengan kontribusi produksi sekitar 40 persen.

Baca Juga: PPPK Wajib Tahu, Ini 5 Tunjangan Setara PNS di Gaji Januari 2026

Secara neto, porsi produksi yang menjadi hak M&P mencapai sekitar 32 persen.

Selain Petroregional, M&P juga memiliki kepemilikan di Lagopetrol yang berada di Blok 70/80. Kepemilikan ini dilakukan melalui perusahaan Integra dengan porsi saham sebesar 10 persen.

Tingkat produksi di blok tersebut tercatat sekitar 26,35 persen, yang setara dengan 2,635 persen produksi neto bagi Maurel & Prom.

Baca Juga: Viral! YouTuber Bangun Sumur Bor Rp15 Juta untuk Korban Banjir, Netizen Heran Bandingkan dengan Angka Rp150 Juta

Di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di Venezuela, muncul kekhawatiran terkait keselamatan aset dan kelangsungan operasional perusahaan asing, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pihak PIEP memastikan bahwa hingga saat ini aset Pertamina di Venezuela masih dalam kondisi aman.

Manager Relation PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terkini, tidak ditemukan dampak langsung terhadap ladang minyak maupun staf Maurel & Prom di Venezuela akibat serangan Amerika Serikat.

Baca Juga: Viral Bentrok Kejar-kejaran TNI–Polri Pecah Usai Laga Sepak Bola di Lapangan Lakarada Buton Selatan

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” ujar Dhaneswari melalui pesan singkat, Minggu (4/1/2026).

Meski demikian, PIEP menegaskan bahwa pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan.

Pemantauan situasi dilakukan secara berkelanjutan seiring dinamika politik dan keamanan yang masih berkembang di negara Amerika Latin tersebut.

Baca Juga: Viral! KDM Undang Pandji Cek Pembangunan Jabar Secara Langsung Usai Disebut 'Gubernur Konten'

Selain itu, PIEP juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko guna memastikan keamanan aset, keselamatan personel, serta keberlangsungan operasional perusahaan.

“PIEP menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan KBRI di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” tambah Dhaneswari.

Baca Juga: Gaji PNS Januari 2026 Kapan Cair? Ini Alasan Tak Semua ASN Terima Bersamaan

Situasi di Venezuela hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, termasuk bagi pelaku industri energi global yang memiliki kepentingan bisnis di negara tersebut.***