POJOKSATU.ID - Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bersama sejumlah negara kunci di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar.

Keputusan ini menandai babak baru diplomasi internasional Indonesia, khususnya dalam upaya mendorong perdamaian di kawasan konflik, termasuk Gaza.

Kesepakatan tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri delapan negara yang disampaikan pada Rabu, 21 Januari 2026 waktu setempat.

Baca Juga: Jenazah Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Berupa 2 Potongan Tangan, SAR Juga Temukan Laptop Aktif

Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa keputusan bergabung diambil secara kolektif sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif perdamaian yang dipimpin oleh Trump.

Para menteri luar negeri menyatakan bahwa keikutsertaan negara-negara tersebut bertujuan untuk mendukung misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, khususnya dalam menangani konflik berkepanjangan di Gaza yang hingga kini belum menemukan solusi permanen.

“Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara masing-masing untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Mereka juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Presiden Donald Trump serta komitmen untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian,” demikian bunyi pernyataan bersama, dikutip pojoksatu.id dari CNBC Indonesia 22 Januari 2026.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Ciri Guru yang Rekeningnya Berpotensi Masuk Minggu Terakhir Januari

Masuknya Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini dinilai sebagai langkah strategis.

Selama ini, Indonesia dikenal konsisten mendukung perjuangan Palestina serta aktif dalam berbagai forum internasional yang mengusung solusi damai dan kemanusiaan.

Keikutsertaan RI diharapkan dapat memperkuat suara negara-negara berkembang dalam proses perundingan global.

Baca Juga: Ikan Sapu-sapu Jadi Tanda Sungai Tercemar, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Dewan Perdamaian sendiri disebut-sebut akan berperan sebagai wadah koordinasi internasional untuk mendukung stabilitas kawasan konflik, dengan fokus awal pada Gaza.

Trump sebelumnya mengirimkan undangan keanggotaan kepada puluhan pemimpin dunia untuk bergabung dalam struktur dewan tersebut.

Namun, keanggotaan Dewan Perdamaian ini juga tak lepas dari sorotan.

Baca Juga: Mengejutkan Wali Kota Bekasi Keluarkan Edaran Khusus, ASN dan PPPK Dilarang Selingkuh hingga Nikah Siri

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa negara yang menginginkan kursi tetap diminta memberikan kontribusi dana sebesar US$1 miliar, atau setara sekitar Rp16,9 triliun.

Dana tersebut dikabarkan akan digunakan untuk mendukung operasional dan program transisi perdamaian.

Meski demikian, dalam pernyataan resmi Arab Saudi, tidak terdapat penjelasan mengenai kewajiban pembayaran dana tersebut.

Baca Juga: Insinerator Gedung Sate Dimatikan, Pemprov Jabar Pilih Nurut Menteri daripada Asap

Hal serupa juga belum ditegaskan secara terbuka oleh negara-negara anggota lainnya, termasuk Indonesia.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum merinci bentuk kontribusi konkret yang akan diberikan dalam Dewan Perdamaian tersebut.

Namun, langkah ini dinilai sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, serta komitmen untuk terus berperan dalam menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga: Simulasi Terburuk, Apa yang Sebenarnya Terjadi Jika Listrik Padam 7 Hari di Indonesia? Jangan Terkecoh Narasi Buruk Tapi Waspada!

Bergabungnya Indonesia bersama Arab Saudi dan Qatar memperkuat posisi negara-negara dengan pengaruh besar di dunia Islam dalam mendorong solusi damai yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi rakyat Palestina.***