POJOKSATU.id, INDRAMAYU— Di tengah hangatnya perhatian publik terhadap kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, ada hal aneh terjadi di Perumahan Pepabri, Desa Terusan, Kecamatan Sindang.
Tiga warga di perumahan ini dibawa polisi sejak Selasa (2/9) bersama satu orang rekan mereka.
Belum jelas keterkaitan antara kejadian pembunuhan keluarga H Sahroni dengan tiga warga tersebut.
Baca Juga: Hingga Kini Ketakutan, Penyapu Jalan Lihat Diduga Pelaku Pembunuhan Masuk ke Rumah Sahroni Indramayu
Polisi belum memberikan penjelasan kepada keluarga dari tiga orang yang dibawa. Saat penjemputan, Ketua RT setempat juga tidak diberitahu polisi.
Ketua RT 025 Perumahan Pepabri, Agus Yulianto, Minggu (7/9) mengatakan, usai peristiwa pembunuhan keluarga Sahroni di Paoman, tercatat tiga warga di lingkungan RT-nya yang tidak diketahui keberadaannya.
Informasi yang diterima dari orangtua yang kehilangan anaknya, tiga warga Perumahan Pepabri ini dibawa polisi sejak Selasa lalu (2/9), bersama satu orang rekan mereka.
Hanya saja, terkait tidak dengan kasus pembunuhan di Kelurahan Paoman tersebut, pihaknya belum mengetahuinya karena pada saat dibawa oleh polisi tidak ada pemberitahuan kepada RT.
Baca Juga: Sahroni Korban Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Ternyata Pensiunan Kasi Kredit Bank BRI
Agus Yulianto dilansir dari Instagram @indramayuterkini, menjelaskan, orangtua dari tiga warga yang dijemput polisi ini belum diperkenankan menengok anaknya yang informasinya berada di Polres Indramayu.
Terkait adanya informasi dugaan ada warganya yang terlibat dalam aksi pembunuhan sadis di Kelurahan Paoman, Ketua RT menyerahkan proses hukumnya ke polisi.
“Kami tetap menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” kata Ketua RT Agus Yulianto
Warga meminta agar ada keterangan dan informasi resmi dari pihak kepolisian terkait hilangnya sejumlah warga di kompleks Pepabri tersebut.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan 5 Anggota Keluarga Sahroni di Indramayu, Korban Ayah Anak Dulunya Pegawai Bank
Diketahui, dalam kasus pembunuhan di Kelurahan Paoman, lima anggota keluarga H Sahroni dibunuh dan mayatnya dikubur di salah satu lubang di halaman belakang rumah itu.
Penemuan jenazah lima korban pembunuhan ini terjadi pada Senin (1/9) ketika salah satu tetangga dan anggota keluarga Sahroni mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam.
Mereka curiga, pesan WA yang dia kirim tak kunjung dibalas selama beberapa hari oleh keluarga H Sahroni.
Dalam kasus ini, lima orang meninggal dunia yaitu H Sahroni (70) dan anaknya Budi (47), menantunya Euis (43) dan dua anak Budi dan Euis umur 7 tahun dan 8 bulan.***




