POJOKSATU.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai objek dalam pembangunan bangsa.
Di era sekarang, perempuan adalah subjek aktif yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Puan saat menghadiri acara The Big Idea Forum (TBIF) Hari Kartini bertema “Daya Perempuan: Merawat Kehidupan, Memimpin Perubahan” yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, PPPK di Malang Dijamin Aman di Tengah Efisiensi Anggaran
Dalam pidatonya, Puan menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap posisi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Perempuan bukanlah objek, melainkan subjek aktif yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia,” tegas Puan.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pembangunan tidak boleh hanya dianggap sebagai bagian dari kebijakan afirmatif semata.
Baca Juga: Setelah Konflik Memanas, Israel dan Lebanon Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari Mulai Berlaku
Lebih dari itu, memberikan ruang kepada perempuan adalah bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.
Puan juga menyoroti pengalaman hidup perempuan yang berbeda dari laki-laki.
Menurut dia, pengalaman tersebut justru menjadi kekuatan penting yang harus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan strategis.
Baca Juga: Belanja Pegawai Tinggi Bukan karena Naik, Gubernur Sumsel Minta PPPK Tetap Dipertahankan
Ia menyebut bahwa pengalaman perempuan selama ini identik dengan kemampuan merawat kehidupan, namun makna tersebut tidak boleh dipersempit hanya pada urusan domestik.
“Pengalaman hidup unik perempuan harus selalu dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan yang menentukan perubahan positif bangsa,” ujarnya.
Puan menegaskan, perempuan telah terbukti mampu berkontribusi dalam banyak sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu pengetahuan.
Karena itu, perempuan harus diberi ruang yang lebih luas untuk memimpin dan berperan aktif dalam perubahan sosial.
Baca Juga: Tak Main-main! Kemenag Jakbar Perkuat PPPK Lewat Disiplin, Integritas, dan Reformasi Layanan
Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh perempuan dari berbagai bidang, seperti Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, hingga sejumlah kepala daerah dan akademisi.
Melalui momentum Hari Kartini, Puan berharap kesadaran akan pentingnya peran perempuan semakin kuat, sehingga pembangunan nasional dapat berjalan lebih inklusif dan adil.
Menurutnya, ketika perempuan diberi kesempatan untuk menentukan arah perubahan, maka bangsa Indonesia akan memiliki fondasi yang lebih kokoh menuju kemajuan.***




