POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat soal kemandirian bangsa saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin 13/4/2026.
Dalam pertemuan bilateral tersebut Prabowo tidak hanya membahas kerja sama ekonomi dan geopolitik, tetapi juga menegaskan arah besar Indonesia ke depan.
Di hadapan Putin Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kekuatan sendiri, terutama dalam sektor strategis.
Baca Juga: Venue Semifinal dan Final Liga 4 Piala Gubernur Sumut Resmi Dipindah ke Stadion Mini Pancing
“Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo, dikutip Pojoksatu.id dari YT Sekretariat Presiden 13/4/2026.
Ia menilai kunci utama kemandirian itu terletak pada kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri, khususnya pangan dan energi.
“Dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan, swasembada energi. Pangan dan energi harus kita mandiri,” lanjutnya.
Baca Juga: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus, Pulau Sumatera Terkena di Bagian Selatan
Menurut Prabowo langkah menuju kemandirian bukan sekadar pilihan, melainkan jalan yang harus ditempuh bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam membangun masa depan.
“Kita berada di jalan yang benar. Di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan kerja sama strategis Indonesia–Rusia, termasuk di bidang energi, ekonomi, dan industri.
Baca Juga: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus, Pulau Sumatera Terkena di Bagian Selatan
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi di kancah global, termasuk setelah resmi bergabung dalam BRICS.
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan optimisme terhadap arah kebijakan nasional.
“Kita berada di jalan yang bersih, yang suci. Kita berada di jalan yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Hal ini membuat hubungan kedua negara bisa lebih baik terutama saat kondisi geopolitik dunia yang saat ini benar-benar tidak dapat diprediksi.***




