POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kegaduhan aksi demonstrasi di SMAN 4 Kota Serang, Banten.
Seperti diketahui, puluhan siswa hingga alumni SMAN 4 Kota Serang baru-baru ini menggelar aksi demonstrasi di depan sekolah.
Tidak lain, aksi demo itu digelar buntut dugaan kasus pelecehan seksual oleh sejumlah oknum guru SMAN 4 Kota Serang.
Baca Juga: Resume Materi MOOC Swajar PPPK 2025: Agenda I-Sikap dan Perilaku Bela Negara
Namun, dalam proses demonstrasi, salah satu massa aksi diketahui menjadi korban represif aparat penegak hukum dengan cara dipukul.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @guruhonorermuda pada Selasa (22/7/2025).
Dalam unggahannya, terlihat detik-detik salah seorang massa aksi yang berperan sebagai orator mendapat perlakuan mengenaskan.
“Salah satu korban yang dipukulin saat berdemonstrasi di SMAN 4 Kota Serang kini keadaannya lebam di kepala dan banyak cakaran,” jelas dikutip.
“Korban represif aparat adalah seorang anak dari orang tuanya yang berprofesi sebagai guru honorer,” lanjut di-caption.
Seperti diketahui, insiden pemukulan ini terjadi saat aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (21/7/2025) berakhir ricuh.
Baca Juga: DEADLINE Mepet! BKN Desak Instansi Segera Umumkan Hasil PPPK Tahap II atau NIP Terancam Hangus!
Yang mana, ricuhnya aksi tersebut tidak lama setelah para demonstran mencoba menerobos masuk ke dalam ruang lingkup sekolah.
Sebab, para massa aksi menilai pihak SMAN 4 Kota Serang berupaya melindungi sejumlah oknum guru tersebut.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Bagas Yulianto selaku koordinator aksi yang terlibat langsung dalam proses tuntutan.
Baca Juga: Beban Belajar Lebih Ringan? Mengupas Tuntas Penyederhanaan Kokurikuler oleh Kemendikdasmen!
Menurut Bagas, kericuhan itu memuncak usai pihak sekolah tidak kunjung mengindahkan permintaan para massa aksi.
Yang mana, para demonstran itu diketahui ingin bertemu langsung dengan sejumlah oknum guru yang terlibat skandal dugaan pelecehan.
“Kami tahu ada dua korban dan diduga lebih dari satu pelaku. Tapi sampai sekarang sekolah seolah menutup-nutupi. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” terangnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



