POJOKSATU.id, TAPTENG—Satu desa hilang tertimbun longsor pada Selasa (25/11) lalu. Dua pekan berlalu, tak satupun unsur pemerintahan datang ke desa yang berlokasi di pegunungan ini.
Desa Aloban Bair hilang dan hanya menyisakan gereja dan beberapa rumah saja. Desa ini berlokasi di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.
Anak gadis yang memakai kaos merah ini viral di media sosial menyampaikan penderitaan yang dialami keluarga dan warga desanya. Diperkirakan ada tujuh warga desa masih tertimbun longsor di sana.
“Saya minta tolong untuk semua orang, terutama Pak Bobby Nasution, saya hanya berharap alat berat. Karena orang tua saya sudah dua minggu tidak ketemu. Tertimpa longsor dan banjir. Orangtua saya juga lumpuh,” ujar gadis ini menangis seperti terlihat di akun milik @dita_kerang, Minggu (7/12).
“Kami cuman berharap alat berat saja. Saya memohon sekali untuk semua. Sekalipun saya hanya melihat bangkainya saja. Yang penting saya mendapatkan orangtua saya,” ujar anak gadis ini.
Akun Instagram Ditakerang menyebutkan bahwa dari puluhan rumah yang ada di Desa Aloban Bair, hanya menyisakan tanah dan kepingan rumahnya saja.
Baca Juga: Presiden Tiba di Aceh Kedua Kalinya Usai 2 Pekan Bencana Banjir Sumatera, Disambut Pelukan Mualem
“Udah mau 2 minggu kakak ini gak temuin bapak dan abangnya dalam bencana longsor ini. Sampai sekarang belum ada alat berat datang ke Desa Bair ini untuk mencari korban,” jelas Dita Kerang.
“Saya mohon untuk pemerintah setempat dan semuanya untuk secepatnya ke daerah ini karena di sana semua rumah hancur dan gak sisa, yang sisa hanya baju yang mereka pakai,” ujarnya lagi.
Korban Tapteng 102 Jiwa
Sementara itu, dari update Data Bencana Banjir Bandang dan Longsor Kabupaten Tapanuli Tengah yang diunggah di website resmi, hingga Sabtu, 6 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 102 jiwa.
Untuk Kecamatan Tapian Nauli sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah yang meninggal sebanyak 4 orang.***




