POJOKSATU.id, RIAU - Anugerah Desa Wisata (ADWI) pada tahun 2022, memilih Desa Wisata Dayun yang berada di Provinsi Riau menjadi juara pertama, dalam kategori kelembagaan desa wisata terbaik.

Hal ini tentunya menambah kebanggaan bagi warga Riau. Desa Wisata Dayun terletak di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Jika ingin berkunjung ke desa wisata ini, anda harus menempuh waktu selama 2 jam 15 menit dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II.

Desa Wisata ini memiliki luas wilayah sebesar 132 Ha, atau dua kali lipat dari luasnya Pekanbaru.

Berbagai jenis aktivitas dan wisata dan dapat ditemui di desa ini. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, budaya, edukasi, wisata kuliner, dan lain-lain.

Salah satu lokasi yang menjadi primadona Desa Wisata Dayun adalah Danau Zamrud. Jika ingin berkunjung di desa ini, Danau Zamrud harus menjadi daftar pertama yang wajib dikunjungi.

Danau Zamrud Merupakan danau rawa gambut terluas ke dua di dunia, dengan ekosistem yang masih terjaga dan merupakan ikon wisata Desa Dayun atau Kampung Dayun.

Sejumlah objek wisata lain yang dimiliki Kampung Dayun adalah kawasan wisata Embung Terpadu.

Kawasan ini merupakan Embung buatan, seluas 6.000 m2 dengan kedalaman 1,5 hingga 2 meter menjadi cikal bakal pengembangan pariwisata berbasis edukasi di Desa Wisata Dayun.

Embung ini awalnya difungsikan sebagai sumber air guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Dayun dan Siak.

Seiring menurunnya karhutla pada tahun 2019, kawasan ini kemudian sedikit terbengkalai. Namun, dengan ide dan kreativitas serta kolaborasi pemerintah setempat bersama masyarakat didukung dunia usaha, akhirnya kawasan ini direvitalisasi di tahun 2021.

Selain sebagai destinasi wisata, Embung Terpadu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat juga wisatawan untuk dapat menjaga alam dan menjaga terjadinya kebakaran hutan lahan.

Di Kawasan Embung Terpadu ini, wisatawan dapat melihat keindahan langit berwarna jingga yang dipantulkan di air Embung Terpadu Dayun saat memasuki senja.

Keunikan Dayun diperkuat dengan karakter masyarakat setempat yang masih menjunjung tinggi budaya Melayu, nilai gotong royong, ramah-tamah dan sopan santun, serta hidup sederhana masih terjaga dengan kental.

Di Desa Wisata Dayun juga bisa sekaligus memperlajari alat musik kompang, gambus dan marwas yang menjadi seni budaya kebanggaan masyarakat Desa Wisata Dayun.

Selain itu, terdapat pula wisata lain seperti menari olang-olang, ziarah makam Tuk Antan Berdarah Putih, peternakan kambing, membatik khas Desa Dayun dengan motif daun semangka, serta pusat tradisional griya semangka dayun.

Selain griya, masyarakat setempat juga memiliki olahan makanan yang unik seperti keripik semangka, sirop semangka, dan olahan lainnya.

Wisatawan juga bisa menikmati berbagai atraksi buatan yang dihadirkan. Mulai dari ragam atraksi outbound, wisata air, mural dayun, camping ground, juga flying fox.

Kepala Desa atau Penghulu Kampung Dayun, Nasya Nugrik membeberkan, jumlah pengunjung Desa Wisata Dayun pada tahun 2022 tercatat 64.241 wisatawan.

Dalam rinciannya jumlah pengunjung pada bulan Januari 14.519, Februari 7.210, Maret 5.520, April 557, Mei 32.976, Juni 2.067, dan pada bulan Juli tercatat 1.392 wisatawan.

Sebelumnya, desa wisata ini merupakan desa tertinggal. Kemudian, naik menjadi kategori desa berkembang, desa maju, dan saat ini telah menjadi desa mandiri.

Pada ajang ADWI 2022, Desa Wisata Dayun mampu bersaing dengan 3.419 peserta desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia. Desa Wisata Dayun berhasil lolos 50 besar tingkat nasional mewakili Riau.

Pencapaian ini tentunya motivasi untuk tetap bisa mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia bangkit. (TIK/pojoksatu)