POJOKSATU.ID – Sebuah gebrakan luar biasa datang dari Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Desa ini mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah menunjukkan komitmennya dalam menyejahterakan masyarakat melalui pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh kepala keluarga (KK).

Tak tanggung-tanggung, total dana yang digelontorkan mencapai Rp723 juta. Berdasarkan informasi yang beredar, setiap Kartu Keluarga (KK) di desa tersebut menerima dana sebesar Rp500.000.

Langkah inspiratif ini bukanlah sebuah kebetulan. Desa Berjo memang dikenal memiliki tata kelola yang progresif.

Baca Juga: Info GTK: Lakukan Sinkronisasi di Dapodik Sebelum 7 Maret Jika Ada Perubahan Data GTK Jika Tidak Mau TPG Terkendala

Sebelum program bagi-bagi THR ini, desa tersebut telah menjalankan berbagai program unggulan lainnya.

Keberhasilan Desa Berjo memberikan THR dalam jumlah fantastis ini menunjukkan betapa kuatnya kemandirian ekonomi desa tersebut.

Pendapatan asli desa yang dikelola dengan baik, kemungkinan besar bersumber dari optimalisasi potensi wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dikembalikan manfaatnya secara langsung kepada rakyat.

Di tengah hiruk pikuk isu ekonomi nasional, apa yang dilakukan Desa Berjo menjadi oase sekaligus contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

Baca Juga: Sinkronisasi Dapodik Maret 2026 Dipercepat: Ini Alasan dan Batas Waktunya di Info GTK!

Bahwa dengan pengelolaan yang jujur dan inovatif, desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang mampu memberikan kesejahteraan nyata.

"Inspiratif! Gebrakan dari Desa Berjo... kini mereka bagi-bagi THR ke semua warganya," tulis akun Khanif Irsyad yang membagikan momen bahagia warga saat menerima dana tersebut.

Kisah dari lereng Gunung Lawu ini membuktikan bahwa kesejahteraan bisa dimulai dari unit terkecil pemerintahan, yakni desa.***